​​​Pembaruan makro
​Lonjakan minyak: Minyak mentah Brent naik lebih dari 3% menjadi sekitar $91 per barel, dengan WTI mendekati $88, karena ketegangan baru antara AS-Iran memicu kembali kekhawatiran pasokan menyusul aksi jual tajam pada minggu lalu.
​Gangguan Hormuz: Pengiriman melalui selat ini masih sangat terbatas meskipun ada sinyal pembukaan kembali yang singkat, dengan sekitar 10–11 juta barel per hari masih offline dan operator kapal tanker berhati-hati terhadap serangan baru.
​Eskalasi geopolitik: Penyitaan kapal kargo Iran oleh AS pada akhir pekan memicu ancaman pembalasan dari Teheran, sehingga menimbulkan keraguan terhadap ketahanan gencatan senjata.
Pembicaraan terhenti: Iran menolak rencana perundingan putaran kedua menjelang batas waktu gencatan senjata, sehingga melemahkan kepercayaan terhadap resolusi diplomatik jangka pendek.
​Sentimen risiko beragam: Ekuitas berjangka AS dan Eropa menurun sementara pasar Asia menguat, menunjukkan ekspektasi akan tercapainya kesepakatan meskipun ada ketegangan dalam jangka pendek.
​Tawaran safe-haven: Dolar menguat ke level tertinggi dalam satu minggu dan imbal hasil obligasi naik tipis, karena kekhawatiran inflasi yang didorong oleh minyak kembali muncul sebagai saluran transmisi makro yang utama.




