Di Sciences Po Paris, para pencipta Ukraina berbagi refleksi jujur tentang bagaimana seni kini menjadi saksi perang, ingatan, dan solidaritas lintas negara.
Di Sciences Po Paris yang bergengsi, diskusi luas mengenai peran budaya dan seni di Ukraina kontemporer berlangsung. Acara ini diselenggarakan bekerja sama dengan komunitas UArt.
Halaman resmi Pusat Kebudayaan Kedutaan Besar Ukraina di Prancis melaporkan tentang acara tersebut dan partisipasi pusat kebudayaan Ukraina di ibu kota Prancis.
Peserta termasuk Svitlana Fomenko, direktur Pusat Kebudayaan dan penasihat Kedutaan Besar Ukraina di Prancis, serta seniman Ukraina Polina Moroz, Yarema Malashchuk, Roman Khimney, dan Ina Alimova.
Para pembicara mendiskusikan transformasi misi seniman setelah invasi penuh skala tahun 2022. Menurut para ahli, hari ini seni di Ukraina melampaui estetika murni: menjadi bentuk perlawanan intelektual dan emosional, alat untuk menjaga memori kolektif, dan cara untuk menangkap pengalaman antara garis depan dan pengusiran paksa.
Sejak tahun 2022, seni menjadi bukan hanya sebagai cara ekspresi tetapi juga bentuk perlawanan, memori, dan pemeliharaan pengalaman antara garis depan, pengusiran paksa, dan sikap aktif – Pusat Kebudayaan menyatakan
Budaya sebagai Sarana Perlawanan dan Diplomasi
Diskusi di Sciences Po Paris menjadi platform penting untuk diplomasi budaya, membantu audiens Prancis lebih memahami sikap aktif komunitas kreatif Ukraina.
Pertemuan itu menegaskan bahwa budaya Ukraina hari ini bukan hanya merupakan warisan global tetapi juga saksi hidup perjuangan untuk kebebasan, identitas, dan nilai. Semua peserta setuju bahwa seni dapat berfungsi sebagai jembatan antara negara-negara dan mendukung dialog dalam konteks global.





