Indonesia telah setuju untuk memperluas kerjasama industri pertahanan dengan Prancis, menyusul kesepakatan baru-baru ini dengan Amerika Serikat dan Rusia, Jakarta mengumumkan pada hari Rabu setelah pembicaraan tingkat tinggi di Paris.
Presiden Prabowo Subianto dijamu oleh rekan sejawatnya dari Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Elysee pada hari Selasa, di mana kedua pemimpin membahas penguatan kerjasama strategis, menurut pernyataan resmi pemerintah, dilansir oleh News.Az dari AFP.
Pertemuan itu mencakup pembelian pertahanan dan upaya untuk meningkatkan kolaborasi industri di sektor pertahanan, dengan Prancis diidentifikasi sebagai mitra strategis kunci bagi Indonesia di Eropa.
Kedua belah pihak juga setuju untuk memperdalam kerjasama dalam inisiatif transisi energi, termasuk pengembangan sumber energi baru dan terbarukan.
Prabowo tiba di Paris setelah bertemu dengan Vladimir Putin di Kremlin pada hari Senin. Selama pertemuan itu, kedua belah pihak mengeksplorasi cara untuk memperkuat kemitraan strategis mereka, khususnya dalam bidang energi, sumber daya mineral, dan pengembangan industri nasional, menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Pemimpin Indonesia, yang baru-baru ini mengunjungi Korea Selatan dan Jepang, mempertahankan jadwal diplomatiknya yang aktif, dengan tujuan untuk mengamankan pasokan energi di tengah kenaikan harga minyak global yang terkait dengan konflik di Timur Tengah.
Sambil menjaga kebijakan luar negeri yang tidak berpihak, Indonesia bergabung dengan blok BRICS tahun lalu, yang mencakup Rusia dan Cina. Prabowo juga telah menandatangani perjanjian perdagangan dengan Presiden AS Donald Trump dan berpartisipasi dalam “Dewan Perdamaian” yang diusulkan oleh Trump, meskipun Jakarta menyatakan tidak akan membayar biaya $1 miliar yang dibutuhkan untuk keanggotaan permanen.
Indonesia tetap menjadi pengguna terbesar peralatan militer Prancis. Pada tahun 2022, Menteri Pertahanan saat itu Prabowo menandatangani kesepakatan senilai $8,1 miliar untuk mengakuisisi 42 pesawat Dassault Rafale sebagai bagian dari upaya untuk memodernisasi kemampuan militer negara yang sudah tua.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menerima Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin pada hari Senin, mengumumkan “Kemitraan Kerjasama Pertahanan Utama.” Pernyataan bersama menekankan komitmen bersama kedua negara untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah Indo-Pasifik.
Posisi strategis Indonesia di Selat Malaka – salah satu jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia – menambahkan pentingnya geopolitiknya. Sebagian besar pasokan energi yang menuju ke Tiongkok melewati rute ini.
Jakarta juga mengatakan pada hari Selasa bahwa masih dalam proses meninjau permintaan AS untuk izin penerbangan melintasi wilayahnya, langkah ini dapat menjadi isyarat bahwa Indonesia semakin bersekutu dengan Washington di tengah persaingan regional yang berlangsung dengan Beijing.




