Beranda Indonesia Indonesia memperingati Hari Parkinson dengan panggilan aksi

Indonesia memperingati Hari Parkinson dengan panggilan aksi

51
0

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kesehatan Indonesia mengatakan Hari Parkinson Sedunia 2026, dengan tema “United for Progress, Hope for All,” diharapkan mendorong solidaritas global, memperluas akses ke perawatan, dan mempercepat inovasi dan riset. Direktur layanan kesehatan kelompok rentan kementerian, Imran Pambudi, mengatakan bahwa penyakit degeneratif ini, yang pertama kali diidentifikasi oleh Dr. James Parkinson pada tahun 1817, tetap menjadi tantangan kesehatan global utama, memengaruhi lebih dari 10 juta orang di seluruh dunia. “Di Indonesia, jumlah pasien diperkirakan lebih dari 1,1 juta pada tahun 2026, dengan sekitar 80.000 kasus baru setiap tahun,” kata Pambudi. Dia mencatat angka-angka tersebut mencerminkan populasi yang menua dan beban penyakit degeneratif yang meningkat. Tokoh-tokoh publik seperti Muhammad Ali, Michael J. Fox, dan Neil Diamond menunjukkan bahwa Parkinson bisa mengenai siapa pun tanpa memandang status. Gejala-gejala termasuk gemetar, gerakan lambat, kekakuan otot, dan keseimbangan yang terganggu, katanya. Penyakit ini juga dapat menyebabkan depresi, penurunan kognitif, dan komplikasi seperti pneumonia yang dapat memperparah kondisi pasien. Meskipun penyebab pastinya masih belum jelas, faktor risiko meliputi genetika, paparan lingkungan, dan trauma kepala. Langkah pencegahan meliputi latihan teratur, diet yang kaya antioksidan, istirahat yang cukup, dan manajemen stres. “Paparan sinar matahari untuk menjaga kadar vitamin D juga dapat mendukung kesehatan otak,” tambahnya. Penanganan saat ini fokus pada manajemen gejala. Levodopa tetap menjadi terapi utama untuk meningkatkan kadar dopamin, sementara rehabilitasi membantu pasien mempertahankan mobilitas dan keterampilan komunikasi. Stimulasi otak dalam dalam digunakan untuk mengatasi gejala motorik, sementara terapi komplementer seperti yoga dan meditasi semakin banyak diadopsi di bawah pengawasan medis untuk meningkatkan kualitas hidup. “Dukungan keluarga sangat penting dan tidak tergantikan,” kata Pambudi, mencatat bahwa keluarga memainkan peran kunci dalam memberikan perawatan emosional dan memastikan ketaatan pada pengobatan. Pemerintah telah mengeluarkan panduan tentang manajemen Parkinson dan bekerja untuk memperluas akses ke perawatan. Kelompok-kelompok masyarakat seperti Bali Parkinson Warriors (BAPARWA) juga membantu meningkatkan kesadaran dan mendukung pasien. Meskipun ada kemajuan, katanya, diperlukan lebih banyak pendanaan dan investasi dalam riset. Peringatan tersebut menjadi pengingat untuk memperkuat sistem kesehatan, meningkatkan akses melalui asuransi nasional, dan meningkatkan kesadaran publik tentang penyakit ini. Reporter: Mecca Yumna Ning Prisie Editor: Rahmad Nasution Hak Cipta © ANTARA 2026