Beranda Dunia 10 trik yang digunakan dealer mobil tokunbo untuk menipu pelanggan

10 trik yang digunakan dealer mobil tokunbo untuk menipu pelanggan

29
0

Gambar berkas.

Oleh Theodore Opara

Bisnis mobil bekas di Nigeria sedang booming—terutama pada saat kendaraan baru berada jauh di luar jangkauan banyak warga.

Baca Juga: Mencuri catalytic converter: Alternatif buatan Tiongkok menawarkan keringanan

Untuk menghadapi kenyataan ekonomi yang sulit, pegawai negeri, pedagang, dan profesional semakin banyak yang beralih ke kendaraan bekas, yang dikenal dengan sebutan Tokunbo, untuk kebutuhan transportasi sehari-hari.

Saat ini, pasar mobil baru tahunan Nigeria diperkirakan kurang dari 30.000 unit, sedangkan pasar kendaraan bekas melebihi satu juta unit. Kontras yang mencolok ini menggarisbawahi dominasi—dan pertumbuhan pesat—segmen kendaraan bekas.

Meningkatnya inflasi, tekanan mata uang dan tingginya harga kendaraan telah memperburuk situasi. Saat ini, mobil baru termurah dijual dengan harga lebih dari N30 juta, sehingga sulit dijangkau oleh sebagian besar masyarakat Nigeria. Hal ini diperparah dengan tingginya biaya pembiayaan mobil, yang sebagian besar masih tidak dapat diakses.

Namun calon pembeli harus berhati-hati. Banyak kendaraan mengkilap yang dipajang untuk dijual tidak selalu seperti yang terlihat. Di balik tampilan luarnya yang halus sering kali terdapat serangkaian manipulasi yang dirancang untuk menjadikannya lebih menarik—dan lebih menguntungkan—bagi dealer.

Di bawah ini adalah 10 trik umum yang digunakan dealer mobil untuk menyembunyikan cacat dan memaksimalkan keuntungan:

1. Manipulasi jarak tempuh

Beberapa dealer merusak odometer kendaraan untuk mengurangi pembacaan jarak tempuh. Mobil yang telah menempuh jarak lebih dari 200.000 kilometer sering kali disetel ulang ke di bawah 100.000 agar terlihat jarang digunakan dan memiliki harga yang lebih tinggi.

2. Tambal sulam mesin dan girboks

Kendaraan dengan mesin atau girboks yang rusak segera diperbaiki—terkadang dengan suku cadang di bawah standar—sebelum dijual. Pembeli sering kali menghadapi perbaikan yang mahal dalam beberapa bulan setelah pembelian.

3. Perbaikan kecelakaan yang buruk

Kendaraan yang rusak akibat kecelakaan telah diperbaharui, namun seringkali tanpa peralatan atau keahlian yang memadai. Kerusakan struktural, terutama pada sasis, mungkin tidak ditangani dengan baik sehingga menimbulkan risiko keselamatan.

4. Kendaraan yang rusak akibat banjir

Beberapa kendaraan impor mengalami kerusakan parah akibat banjir di negara asalnya. Meskipun sudah dibersihkan dan dipoles, masalah kelistrikan dan mesin yang mendasari sering kali muncul segera setelah pembelian.

5. Pengecatan ulang kosmetik

Mobil disemprot ulang agar terlihat baru, namun di bawah cat mungkin terdapat karat, bahan pengisi, dan bodywork yang tidak diperbaiki dengan baik. Dalam beberapa kasus, benturan kecil dapat menyebabkan panel rusak.

6. Penggantian ban

Dealer terkadang melepas ban berkualitas yang disertakan dengan kendaraan impor dan menggantinya dengan ban yang sudah usang, lalu menjual ban asli secara terpisah untuk mendapatkan keuntungan.

7. Mengarahkan risiko konversi

Kendaraan dengan setir kanan secara ilegal diubah menjadi setir kiri. Konversi ini sering kali dilakukan dengan buruk, dengan tanda-tanda seperti konfigurasi wiper yang tidak normal.

8. Penghapusan konverter katalitik

Konverter katalitik – komponen mahal yang dipasang pada knalpot – sering kali dilepas dan diganti dengan pipa biasa. Hal ini mengurangi efisiensi mesin dan meningkatkan emisi.

9. Pertukaran baterai

Baterai asli diganti dengan baterai yang lemah atau hampir mati. Pembeli terpaksa menggantinya dalam beberapa minggu, sehingga menimbulkan biaya tambahan.

10. Penyembunyian kesalahan melalui pemutusan baterai

Beberapa dealer melepas baterai untuk mereset sementara lampu peringatan dasbor seperti indikator mesin periksa atau ABS. Kesalahan ini biasanya muncul kembali setelah kendaraan dibawa pergi.

Pembeli berhati-hatilah

Calon pembeli sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, sebaiknya dengan mekanik terpercaya, sebelum membeli kendaraan bekas. Pemeriksaan yang cermat hari ini dapat mencegah penyesalan yang merugikan di kemudian hari.

Berita Pelopor