Jakarta (ANTARA) – Indonesia akan mempromosikan pendekatan konstruktif dan inklusif sambil menolak standar ganda dalam memajukan hak asasi manusia global sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC), kata Kementerian Luar Negeri.
Juru Bicara Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan Indonesia tetap berkomitmen untuk memperkuat hak asasi manusia melalui keterlibatan yang inklusif dan konstruktif.
“Indonesia secara konsisten menolak politisasi hak asasi manusia dan pendekatan yang selektif dan tidak seimbang, termasuk yang mencerminkan standar ganda,” katanya kepada ANTARA di Jakarta pada Sabtu.
Dia mencatat bahwa standar ganda tersebut sering tercermin dalam resolusi khusus negara dengan dalih penegakan hak asasi manusia.
Indonesia juga menyerukan upaya untuk memajukan hak asasi manusia melalui dialog yang menghormati, sambil mendukung inisiatif masing-masing negara untuk memperkuat hak asasi manusia.
Dia mengatakan Indonesia bertujuan untuk menjadi jembatan dalam memperkuat kerjasama hak asasi manusia global melalui dialog terbuka dan inklusif, tidak hanya dalam peran sebagai Presiden UNHRC tetapi juga melalui kebijakan luar negeri yang lebih luas.
Indonesia akan terus mengembangkan dialog hak asasi manusia bilateral dan regional, tambahnya.
“Indonesia juga aktif mempromosikan dialog hak asasi manusia ASEAN melalui Komisi Hak Asasi Manusia Antarpemerintah ASEAN (AICHR),” kata Mulachela.
Indonesia menjadi ketua sesi ke-61 Dewan Hak Asasi Manusia PBB dari tanggal 23 Februari hingga 31 Maret 2026, menandai pertama kalinya Indonesia memimpin suatu sesi sejak badan itu didirikan pada tahun 2006.
Dibawah kepemimpinannya, Indonesia mengusung tema “Sebuah Kepresidenan untuk Semua,” mencerminkan komitmennya untuk membangun lembaga hak asasi manusia yang inklusif yang menjembatani perbedaan melalui dialog konstruktif dan memperkuat kerjasama.
Berita terkait: Indonesia mengangkat “Kepresidenan Untuk Semua” pada Sesi UNHRC bersejarah Berita terkait: Indonesia menegaskan komitmennya pada diplomasi Hak Asasi Manusia PBB
Penerjemah: Nabil, Kenzu Editor: Anton Santoso Hak cipta © ANTARA 2026




