Pemerintah Korea juga berencana memperluas kemitraan AI dalam bidang kesehatan ke Vietnam dan Thailand. Korea Selatan dan Indonesia akan menjadi penjuru layanan telekonsultasi berbasis AI sebagai bagian dari kemitraan bilateral yang bertujuan untuk memajukan kerja sama dalam bidang perawatan kesehatan utama yang didorong oleh AI di Asia-Pasifik. Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia untuk berkolaborasi dalam “perawatan kesehatan utama berbasis AI dan pengembangan manusia.” Di bawah perjanjian tersebut, kedua belah pihak mengidentifikasi perawatan kesehatan utama berbasis AI sebagai area prioritas untuk meningkatkan akses terhadap layanan. Ini mencakup: – kesehatan publik berbasis AI untuk mencapai cakupan kesehatan universal; – promosi kesejahteraan digital di era AI; – pencegahan kesehatan ibu dan anak yang didorong oleh AI; – memperluas akses layanan kesehatan mental berbasis masyarakat menggunakan AI; dan – memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat melalui pembangunan kapasitas AI dan kesehatan digital. Dalam pernyataan media, Menteri Kesehatan Korea Jeong Eun-kyeong mengatakan upaya tersebut bertujuan untuk “mengurangi disparitas akses kesehatan di berbagai wilayah dan kelompok sosial ekonomi serta memastikan hak kesehatan universal.” Juga diumumkan bahwa Kemenkes dan Komite Strategi Nasional AI Presiden akan bekerja dengan Indonesia untuk mencoba telekonsultasi berbasis AI di daerah yang kurang dilayani, terutama di komunitas pulau terpencil. Selain itu, kedua pemerintah juga sedang dalam pembicaraan untuk mengembangkan model kolaborasi yang melibatkan rumah sakit universitas, perusahaan teknologi informasi besar, dan lembaga akademis, dengan rencana untuk memperluas model kerja sama ini ke negara-negara lain di Asia-Pasifik, termasuk Vietnam dan Thailand. KONTEKS LEBIH BESAR Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan mengatakan nota kesepahaman dengan Indonesia merupakan langkah pertama dalam visi mereka untuk mewujudkan kerjasama perawatan kesehatan utama yang didorong oleh AI di seluruh APAC di bawah kerangka “Global AI Universal Basic Society” yang diusulkan. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mencari kemitraan global untuk membantu dengan transformasi digital sistem kesehatannya. Akhir tahun lalu, GE HealthCare di kontrakkan untuk memasok lebih dari 300 CT scanner ke rumah sakit umum sebagai bagian dari Penguatan Jaringan Rujukan Kesehatan Indonesia. Pada bulan Juli, Kementerian Kesehatan Indonesia menandatangani kemitraan jangka panjang dengan Philips tentang integrasi kesehatan digital. Kementerian Kesehatan juga bermitra dengan Google Cloud pada tahun 2024 untuk mengeksplorasi aplikasi AI generatif ke platform kesehatan digital nasional, SATUSEHAT. Juga diharapkan untuk membangun laboratorium bersama dengan China yang berfokus pada penggunaan teknologi digital yang aman dan teratur, termasuk AI dalam bidang kedokteran. Sebuah toolkit inovasi kesehatan digital baru yang dirancang untuk sistem kesehatan Indonesia dan dikembangkan dengan peneliti Australia sedang diintegrasikan ke dalam program wadah Kementerian Kesehatan Indonesia.







