Kompetisi Inovasi Pacific Victors di markas Eighth Army merupakan bukti bahwa solusi terbaik seringkali berasal dari mereka yang paling dekat dengan misi.
Pada acara tahun fiskal 2026 tanggal 21 April di Garnisun Angkatan Darat Humphreys, delapan dari sembilan kontestan menyampaikan proposal mereka kepada panel juri. Setiap konsep mencerminkan kreativitas, adaptabilitas, dan pola pikir yang berpusat pada misi yang memacu upaya modernisasi Angkatan Darat. Ide-ide paling menjanjikan akan dipertimbangkan untuk pendanaan, pengembangan lebih lanjut, dan implementasi nyata guna memperkuat kesiapan dan efektivitas di seluruh kekuatan.
Tempat pertama diraih oleh Mayor Michael Dunbar dengan proposal penggunaan perangkap nyamuk berkecerdasan buatan yang offline-capable untuk memberi informasi kepada komandan dengan cepat dan akurat mengenai risiko misi dan pasukan dari penyakit dan cedera non-tempur, khususnya malaria di Korea. Ide Dunbar terinspirasi oleh kejadian nyata pada tahun 2025, ketika sebuah unit di Korea Selatan mundur dari sebuah latihan setelah beberapa prajurit terinfeksi malaria.
“Saya tidak bisa melakukannya tanpa mereka,” kata Dunbar, yang memegang gelar Master of Science di Ekologi dan Biologi Evolusi serta gelar Ph.D. di Entomologi. Timnya termasuk Dr. Craig Stoops, Lt. Col. Aerijuva Aumiller, Lee Sun Young, Lt. Col. Stephen Lewandowski, Lt. Col. Ehren Linderman, dan Capt. Jan Lazny.
Sersan Seth Steel memperoleh tempat kedua dengan proposal platform pengintaian, pengawasan, dan pengenalan intelijen fixed-wing berbiaya rendah yang mendukung misi teknik. Dia dijanjikan Medali Penghargaan Angkatan Darat dan hadiah uang.
Kemudian, Prajurit Korsel Cpl. Yeonwoo Cho menduduki tempat ketiga dengan “VIPER,” sebuah alternatif berbiaya rendah untuk Perlengkapan Sistem Integrasi Laser Multi, atau MILES, yang digunakan dalam pelatihan. Cho juga dianugerahi Medali Penghargaan Angkatan Darat dan hadiah uang.
Kompetisi Inovasi Pacific Victors mencerminkan komitmen Eighth Army untuk memberdayakan prajurit untuk membentuk generasi berikutnya dari kemampuan dengan mengubah ide menjadi solusi yang dapat diimplementasikan melalui eksperimen, pengembangan, dan implementasi. Para peserta tahun ini menunjukkan bahwa inovasi masih hidup dan berkembang di Semenanjung Korea.





