ABUJA, Nigeria (AP) – Militer Nigeria sekali lagi telah membunuh sejumlah besar warga sipil dengan serangan udara yang katanya ditujukan kepada militan, sebuah kesalahan yang terjadi beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir dan menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan mitra keamanan Amerika Serikat.
Serangan terbaru terjadi pada hari Minggu, ketika kantor Nigeria Amnesty International mengatakan setidaknya 100 warga sipil – beberapa di antaranya anak-anak – tewas di pasar di kota Tumfa di negara bagian Zamfara barat laut. Seorang pejabat Palang Merah di negara bagian itu mengkonfirmasi serangan udara tersebut kepada The Associated Press dan mengatakan “beberapa warga sipil” tewas.
Namun, militer Nigeria membantah membunuh warga sipil. Mayor Jenderal Michael Onoja mengonfirmasi serangan udara di pasar tetapi mengatakan tidak ada “bukti yang dapat diverifikasi tentang korban warga sipil,” dan mengatakan operasi militer terus berlanjut di area tersebut.
Serangan tersebut telah membunuh ratusan warga sipil di Nigeria sejak 2017, menurut SBM Intelligence, sebuah lembaga riset berbasis di Lagos yang mengumpulkan laporan dan data dari desa-desa yang terkena dampak.
Pemerintah Nigeria dan militer sering berjanji untuk menyelidiki serangan udara untuk mencegah kesalahan terjadi lagi. Namun, para analis mengatakan bahwa penyelidikan semacam itu sering tidak mengarah pada perbaikan.




