HAVANA – Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Jumat membela keputusan pemerintahan Trump untuk memberlakukan sanksi baru terhadap Kuba, yang terbesar adalah terhadap Grupo de Administración Empresarial S.A., sebuah konglomerat bisnis yang dioperasikan oleh Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba.
Selain GAESA dan pemimpinnya, sanksi yang diumumkan Kamis termasuk Moa Nickel, sebuah usaha patungan Kuba dengan Sherritt International dari Kanada, yang segera mengumumkan akan menarik diri dari bisnis tersebut, mengakhiri kehadiran selama 32 tahun di pulau itu.
Pekan ini sanksi tersebut termasuk ke dalam blokade energi AS yang telah menyebabkan pemadaman air dan listrik yang luas serta kekurangan gas dan air yang parah.
[Konteks: Pemerintahan AS memberlakukan sanksi baru terhadap Kuba, termasuk terhadap GAESA, konglomerat bisnis yang dioperasikan oleh Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba, dan Moa Nickel, usaha patungan dengan perusahaan asal Kanada. Sanksi ini datang dalam konteks blokade energi AS yang sedang berlangsung dan memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi Kuba yang sudah lama dilanda krisis ekonomi.]





