Beranda Olahraga Tradisional Premier League di Eropa: Bisakah sebuah klub kehilangan tempat Eropa mereka sekali...

Premier League di Eropa: Bisakah sebuah klub kehilangan tempat Eropa mereka sekali lagi?

40
0

Pemilik Nottingham Forest, Evangelos Marinakis, memindahkan klub ke dalam trust buta jika mereka lolos ke Liga Champions tahun lalu. Hal itu bisa menimbulkan konflik dengan klub lainnya, Olympiakos. Sekarang, dengan Forest di babak semifinal Liga Europa, ada kesempatan lagi untuk berlaga di Liga Champions. Dan sepertinya Olympiakos juga akan ikut serta.

Dalam trust buta, pihak terkait mentransfer saham mereka ke para trustee independen, di mana semua pengambilan keputusan klub akan sepenuhnya berada di bawah kendali pihak ketiga. Klub ini dikendalikan melalui perusahaan bernama NF Football Investments. Hingga 28 Februari, Marinakis adalah satu-satunya orang yang memiliki kendali signifikan. Namun, ia dihapus dan sahamnya dialihkan ke perusahaan lain, Pittville Four Limited, yang dikendalikan oleh Janet Lucy Gibson, Henry Peter Hickman, dan Eleanor Catherine Walsh.

Ketiga trustee independen tersebut juga ditambahkan ke dewan klub sepak bola, menggantikan Mighael Dugher, Simon Forster, dan Jonathan Owen. Masalah Forest mungkin adalah bahwa tambahan baru tersebut harus lulus uji para pemilik dan direktur Premier League.

Baru pada 17 April, Companies House diperbarui. Namun, pada register direktur Premier League, terakhir diperbarui pada 2 April, masih mencantumkan Marinakis, Dugher, Forster, dan Owen. Apakah pengajuan trust buta pada 28 Februari sudah cukup? Atau apakah Uefa menganggap tanggald 17 April sebagai tanggal klub sudah memenuhi persyaratan?

Forest bersikeras bahwa kendali resmi dilepaskan oleh Marinakis pada 28 Februari dan mereka tidak akan memiliki masalah dengan Uefa. Dua tahun lalu, CFCB menerima trust buta untuk memasukkan Manchester City dan Girona ke Liga Champions, serta Manchester United dan Nice ke Liga Europa, yakin bahwa persoalan kepemilikan klub sudah teratasi. Namun, pada saat itu dikatakan bahwa “tidak akan terikat oleh alternatif ini di musim-musim berikutnya”.

Hingga CFCB mengeluarkan keputusan lain mengenai trust buta, belum pasti apakah itu akan diterima sepenuhnya.