Pelaksanaan Indikator Budaya UNESCO 2030 secara resmi diluncurkan di Cabo Verde selama workshop kick-off yang diselenggarakan pada 16-17 Maret 2026 di Cidade Velha. Workshop ini diselenggarakan oleh UNESCO bekerja sama erat dengan Instituto do Património Cultural dan Ministério da Cultura e das Indústrias Criativas de Cabo Verde.
Partisipasi Cabo Verde dalam Indikator Budaya 2030 menegaskan pengakuan budaya dan warisan sebagai pilar-pilar fundamental pembangunan berkelanjutan dan memperkuat komitmen kami terhadap kebijakan publik berorientasi masyarakat dan promosi kekayaan budaya dan kreatif mereka.
Workshop ini merupakan langkah penting dalam menempatkan budaya sebagai penggerak strategis pembangunan berkelanjutan di Cabo Verde dan mengumpulkan perwakilan institusi, profesional budaya, ahli, dan pemangku kepentingan kunci yang terlibat dalam kebijakan warisan dan budaya di tingkat nasional dan lokal.
Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat produksi statistik budaya dan mendukung pembuatan kebijakan berbasis bukti di Cabo Verde. Dengan lebih baik menangkap kontribusi budaya terhadap pembangunan berkelanjutan, Indikator Budaya 2030 akan membantu mendorong investasi di sektor budaya dan memfasilitasi integrasi budaya ke dalam strategi pembangunan nasional dan lokal.
Kerangka konseptual dan metodologis Indikator Budaya UNESCO 2030 bertujuan untuk menilai budaya baik sebagai sektor aktivitas maupun sebagai penggerak lintas melintang di sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) dan bidang kebijakan, mengukur dan memantau kontribusi budaya terhadap implementasi nasional dan lokal dari Agenda 2030.
Pada saat kita semakin percaya pada pentingnya data, metodologi yang diusulkan UNESCO untuk membuat kontribusi budaya terhadap pembangunan berkelanjutan terlihat melalui data adalah fundamental untuk menghasilkan kebijakan yang lebih tegas. Workshop ini merupakan momen khusus yang, selain membangun kapasitas, memungkinkan terbentuknya aliansi antara pemangku kepentingan yang berbeda demi budaya sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan.
Metodologi ini, melibatkan 22 indikator di beberapa dimensi tematik, bertujuan untuk membuat budaya terlihat dalam proses pembangunan sambil memberikan tinjauan tematik yang komprehensif, memperkuat advokasi dan pesan kebijakan, menginformasikan pengambilan keputusan nasional dan lokal, meningkatkan pembangunan pengetahuan, dan memantau kemajuan relevansi budaya terhadap SDG.
Data ini penting untuk menyusun statistik nasional dan lokal. Ini tidak hanya memungkinkan pengukuran peran budaya dalam pembangunan berkelanjutan, tetapi juga untuk meningkatkan investasi di sektor ini dan, pada akhirnya, memastikan bahwa budaya terintegrasi ke dalam diskusi, rencana strategis, dan kebijakan publik dalam jangka panjang.
Selama dua hari workshop, 17 peserta (9 wanita dan 8 pria) diperkenalkan pada metodologi dan terlibat dalam kerja teknis bersama untuk menilai kelayakan pengukuran indikator. Diskusi difokuskan pada evaluasi ketersediaan dan kualitas data, mengidentifikasi sumber informasi kunci, dan menjelaskan peran dan tanggung jawab institusi untuk pengumpulan data dan pelaporan. Proses ini menandai awal fase pemetaan data pertama.
Proyek ini diimplementasikan dengan dukungan Uni Eropa sebagai bagian dari fase kedua program, yang sedang diluncurkan di sepuluh negara dan kota di seluruh dunia, termasuk Cabo Verde dan kota Ribeira Grande de Santiago. Inisiatif ini selaras dengan komitmen UNESCO untuk memperjuangkan peran penting budaya dalam pembangunan berkelanjutan.




