Presiden Donald Trump mengatakan Kamis ini bahwa dia telah memerintahkan militer Amerika Serikat untuk “menembak dan membunuh” kapal-kapal Iran kecil yang menyebar ranjau untuk menghalangi lalu lintas melalui Selat Hormuz.
Posting Trump di media sosial datang segera setelah militer AS menyita tanker lain yang terkait dengan penyelundupan minyak Iran, meningkatkan ketegangan dengan Tehran atas selat yang dilewati oleh 20% dari semua minyak mentah dan gas alam yang diperdagangkan.
“I have ordered the United States Navy to shoot and kill any boat, small boats though they may be…that is putting mines in the waters of the Strait of Hormuz,” tulis Trump. “There is to be no hesitation. Additionally, our mine ‘sweepers’ are clearing the Strait right now.”
“Saya dengan ini memerintahkan aktivitas itu untuk dilanjutkan, tapi dengan tingkat yang meningkat tiga kali lipat!” tambah Trump.
Dia juga mengatakan militer sedang memperketat operasi pembersihan ranjau di jalur air kritis tersebut.
Tindakan itu datang sehari setelah Garda Revolusi paramiliter Iran menyerang tiga kapal kargo di selat tersebut, menangkap dua di antaranya.
Departemen Pertahanan merilis cuplikan video pada Kamis menunjukkan pasukan AS di dek tanker minyak berbendera Guinea, Majestic X, yang disita di Samudera Hindia.
“Kami akan terus melakukan penegakan maritim global untuk mengganggu jaringan ilegal dan mengintersep kapal yang memberikan dukungan material kepada Iran, di mana pun mereka beroperasi,” kata pernyataan Pentagon.
Data pelacakan kapal menunjukkan Majestic X berada di Samudera Hindia antara Sri Lanka dan Indonesia, kira-kira di lokasi yang sama dengan tanker Tifani, yang sebelumnya disita oleh pasukan Amerika. Tanker itu sebelumnya bernama Phonix dan telah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS pada 2024 karena menyelundupkan minyak mentah Iran melanggar sanksi AS terhadap Republik Islam.
Belum ada tanggapan langsung dari Iran terkait penangkapan tersebut.
Pada Selasa, Trump memperpanjang gencatan senjata sambil tetap mempertahankan blokade Amerika terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Tidak ada tanda-tanda apakah pembicaraan perdamaian, sebelumnya diadakan di Pakistan, akan kembali berlanjut dalam waktu dekat.
Ketegangan antara AS dan Iran telah memutuskan hampir semua ekspor melalui selat itu tanpa ada tanda-tanda berakhir.
Pada Kamis, Pangeran Mahkota Iran dalam pengasingan Reza Pahlavi disiram dengan cairan merah saat dia meninggalkan sebuah bangunan setelah konferensi pers di Berlin. Pelaku diduga segera ditangkap oleh polisi.
Selama acara itu, Pahlavi mengkritik gencatan senjata antara AS dan Iran, dengan mengatakan bahwa perjanjian itu mengasumsikan perilaku pemerintah Iran akan berubah dan “anda akan berurusan dengan orang-orang yang tiba-tiba menjadi pragmatis.”
Pahlavi, 65 tahun, telah berada dalam pengasingan selama hampir 50 tahun. Ayahnya, Shah Iran, begitu dibenci sehingga jutaan orang turun ke jalan pada 1979, memaksanya dari kekuasaan. Namun demikian, Pahlavi berusaha memposisikan dirinya sebagai pemain dalam masa depan negaranya.
Sejak dimulainya perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat pada 28 Februari, lebih dari 30 kapal telah diserang di perairan Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Teluk Oman.
Ancaman serangan, kenaikan premi asuransi, dan kekhawatiran lain telah menghentikan lalu lintas melalui selat tersebut. Kemampuan Iran untuk membatasi lalu lintas melalui selat yang mengarah dari Teluk Persia ke lautan terbuka telah terbukti menjadi keunggulan strategis utama.
Gencatan senjata telah ditekan oleh serangan bertubi-tubi AS terhadap kapal Iran dan serangan Iran terhadap kapal komersial. Belum jelas kapan, atau apakah, kedua pihak akan bertemu lagi di ibu kota Pakistan, Islamabad, di mana pejabat mengatakan mereka masih berusaha menyatukan kedua negara untuk mencapai kesepakatan diplomatik.
Konflik ini telah mengakibatkan kenaikan harga gas melonjak jauh melampaui wilayah tersebut dan menaikkan biaya makanan serta berbagai produk lainnya. Pejabat di seluruh dunia telah memperingatkan dampak bagi bisnis, konsumen, dan ekonomi bisa berlangsung lama.





