Bagaimana gadget bluetooth seharga lima dolar membahayakan kapal perang Belanda selama 24 jam | Pos Yerusalem

    8
    0

    Sebuah fregat pertahanan udara Belanda yang berlayar bersama kelompok penyerang kapal induk NATO yang berpusat di kapal Charles de Gaulle Prancis secara tidak sengaja terekspos setelah sebuah kartu pos berisi pelacak Bluetooth tersembunyi dikirimkan ke kapal tersebut, menurut Register, mengutip penyiar Belanda Omroep Gelderland dan pejabat pertahanan Belanda.

    Kapal tersebut, HNLMS Evertsen, dilaporkan dapat dilacak selama kurang lebih 24 jam setelah meninggalkan Heraklion, Kreta, sebelum perangkat tersebut ditemukan dan dinonaktifkan.

    Insiden ini menimbulkan pertanyaan baru mengenai keamanan operasional di laut, terutama karena perangkat konsumen berbiaya rendah dapat memanfaatkan ponsel pintar di dekatnya untuk mengirimkan data lokasi.

    Karena Evertsen beroperasi sebagai bagian dari kelompok penyerang yang lebih luas di Mediterania, bahkan terungkapnya satu kapal pengawal dapat membantu musuh menyimpulkan pergerakan formasi angkatan laut yang lebih luas.

    Menurut laporan, jurnalis Belanda Just Vervaart mengikuti instruksi pengiriman yang diterbitkan oleh Kementerian Pertahanan Belanda dan menyembunyikan pelacak di dalam kartu pos yang dikirim melalui surat militer. Perangkat tersebut kemudian mengirimkan sinyal lokasi dari kapal selama sekitar satu hari, memungkinkan pengirim untuk mengikuti rute fregat setelah meninggalkan Kreta dan menuju ke arah Siprus.

    Pejabat pertahanan Belanda mengatakan pelacak itu ditemukan saat menyortir surat dan dimatikan. Sebagai tanggapan, kementerian mengubah prosedurnya, termasuk melarang pengiriman kartu ucapan berisi baterai ke kapal fregat dan meninjau pedoman pengiriman surat yang lebih luas.

    Episode ini menggarisbawahi bagaimana gadget komersial yang murah dapat menciptakan kerentanan militer tanpa ada yang memerlukan akses fisik ke kapal perang di pelabuhan. Laporan mengenai kejadian tersebut mengatakan celah tersebut ada karena paket telah disaring, sedangkan kartu biasa tidak menjalani pemeriksaan yang sama.

    Insiden fregat Belanda menunjukkan bahwa ancaman tidak lagi terbatas pada apa yang diposkan oleh anggota militer. Pelacak bertenaga baterai yang disembunyikan dalam surat rutin sudah cukup untuk mengungkap pergerakan kapal perang yang beroperasi bersama salah satu kelompok kapal induk paling terkemuka di Eropa di Mediterania timur.

    Artikulli paraprakJustin Bieber berhak tampil sesukanya
    Rizky Pratama
    Saya Rizky Pratama, lulusan Ilmu Komunikasi dari Universitas Gadjah Mada. Saya memulai karier jurnalistik pada tahun 2015 di Kompas.com sebagai reporter berita nasional. Seiring waktu, saya fokus pada isu sosial dan perkembangan daerah di Indonesia Timur. Saya berkomitmen menyajikan informasi yang akurat dan mudah dipahami oleh pembaca.