Presiden AS Donald Trump mengakhiri kunjungannya ke Tiongkok pada Jumat setelah melakukan pertemuan penting dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, sementara para ajudannya dilaporkan telah menyiapkan rencana untuk tindakan militer baru melawan Iran, termasuk nama baru untuk konflik itu, jika gencatan senjata saat ini runtuh.
Tidak terlupakan, AS telah menghentikan ‘Operasi Epic Fury’, nama yang digunakan untuk serangan terhadap Iran, bulan lalu dan malah beralih ke blockade pelabuhan sebagai langkah tekanan. Tehran merespons dengan mengatakan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz kecuali Washington mengakhiri blokade.
Nama baru untuk serangan AS ke Iran?
Jika gencatan senjata saat ini runtuh dan Trump memilih untuk memulai kembali operasi militer berskala besar, militer AS sedang mempertimbangkan mengubah nama resmi perang itu menjadi ‘Operasi Sledgehammer’, lapor situs berita AS NBC yang mengutip dua pejabat Amerika.
Pemerintahan telah mengumumkan akhir dari Operasi Epic Fury setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata pada awal April untuk melanjutkan pembicaraan diplomatik.
Namun, Trump telah menolak balasan terbaru Iran atas proposal perdamaian AS sebagai “sampah”.
Proposal Iran disebutkan termasuk beberapa konsesi nuklir, namun Trump berkali-kali mengatakan bahwa ia ingin uranium yang sangat diperkaya dihapus dari negara itu dan ingin mencegah Tehran mengembangkan senjata nuklir. Namun, Iran mengatakan bahwa program nuklirnya dimaksudkan untuk kegunaan damai.
Pembicaraan mengenai mengganti ‘Operasi Epic Fury’ dengan ‘Operasi Sledgehammer’ bisa menjadi pertanda bahwa pemerintahan sedang serius mempertimbangkan memulai kembali konflik, lapor laporan tersebut.
Penjelasan singkat: – Presiden AS Donald Trump mengakhiri kunjungannya ke Tiongkok setelah pertemuan dengan Presiden Xi Jinping. – AS sedang mempertimbangkan rencana tindakan militer baru terhadap Iran jika gencatan senjata saat ini runtuh. – Trump menolak balasan terbaru dari Iran atas proposal perdamaian AS sebagai “sampah”. – Diskusi mengenai mengganti nama operasi militer AS di Iran dapat menjadi pertanda rencana untuk memulai konflik kembali. – Pejabat AS dan Israel telah memulai persiapan untuk kemungkinan serangan terhadap Iran.



