TEL AVIV, Israel (AP) – Serangan udara Israel di Gaza membunuh pemimpin sayap militer Hamas yang merupakan salah satu arsitek terakhir dari serangan yang memicu perang pada akhir 2023, kata militer Israel pada Sabtu. Hamas mengkonfirmasi kematiannya.
Izz al-Din al-Haddad tewas pada Jumat, kata tentara Israel, menggambarkannya sebagai salah satu komandan militer senior Hamas yang mengarahkan perencanaan dan pelaksanaan serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang di selatan Israel dan melihat lebih dari 250 orang disandera.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengkonfirmasi pembunuhan itu di media sosial.
Gencatan senjata antara Israel dan Hamas tetap rapuh, dan diplomat puncak yang mengawasinya mengatakan bahwa sudah terhenti karena kebuntuan terkait pembekalan senjata dari pihak Hamas. Kedua belah pihak telah saling tuduh melakukan pelanggaran. Gaza telah mengalami tembakan hampir setiap hari dari Israel dengan lebih dari 850 orang tewas di wilayah Palestina itu sejak gencatan senjata berlaku pada bulan Oktober, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Kementerian itu adalah bagian dari pemerintahan Hamas Gaza, tetapi diisi oleh para profesional medis yang menjaga dan menerbitkan catatan detail yang umumnya dianggap dapat dipercaya oleh komunitas internasional. Kementerian secara keseluruhan mengatakan bahwa serangan balasan Israel dalam perang telah menghancurkan enklave Palestina dan menewaskan lebih dari 72.700 orang.
Israel mengatakan bahwa al-Haddad telah mengambil alih posisi komandan Hamas setelah pendahulunya, Mohammed Sinwar, tewas. Tentara mengatakan bahwa al-Haddad telah menyandera dirinya dengan sandera Israel selama perang sebagai perisai terhadap serangan.
Keluarga al-Haddad mengkonfirmasi kematiannya dalam serangan Jumat kepada Associated Press. Enam orang lainnya, termasuk istri dan putrinya, juga tewas. Dua putranya tewas lebih awal dalam perang.
Jasadnya dibungkus dengan bendera Hamas dan Palestina saat dibawa oleh para pengantar dalam pemakamannya pada Sabtu di Kota Gaza.
Al-Haddad bergabung dengan Hamas ketika didirikan pada tahun 1980-an, dan merupakan anggota dari bagian Majd Brigades Qassam yang ditugaskan untuk melacak kolaborator dengan Israel. Dia juga anggota Dewan Militer Hamas, kelompok komandan tertinggi yang memainkan peran kunci dalam serangan yang memicu perang.
Jenderal staf militer Israel menyebut pembunuhannya sebagai operasi penting, dan mengatakan bahwa Israel akan terus mengejar musuhnya untuk mempertanggungjawabkan mereka.
(Informasi Konteks: Artikel ini memberitakan tentang serangan udara Israel yang membunuh pemimpin sayap militer Hamas dan situasi konflik yang berlangsung antara Israel dan Hamas di Gaza. Hamas telah mengkonfirmasi kematian pemimpin militernya dalam serangan tersebut.)
(Fact Check: Informasi tentang jumlah korban tewas dan keadaan di Gaza disediakan oleh Kementerian Kesehatan Gaza yang dijalankan oleh pemerintah Hamas, sehingga catatannya dapat dianggap cukup andal oleh komunitas internasional.)



