Pengunjung non-UE yang tiba di Eropa tahun ini akan menghadapi pengalaman perbatasan yang sangat berbeda, karena Sistem Masuk/Keluar biometrik baru dipadukan dengan aplikasi perjalanan seluler khusus untuk memotong antrean dan memindahkan pemeriksaan paspor ke ponsel cerdas sebelum lepas landas.
Dapatkan berita terbaru langsung ke kotak masuk Anda!

Kontrol Perbatasan Digital Diluncurkan di Seluruh Eropa
Sistem Masuk/Keluar Uni Eropa yang telah lama direncanakan kini beroperasi penuh di perbatasan eksternal Schengen, menggantikan stempel paspor rutin bagi sebagian besar pengunjung kunjungan jangka pendek non-UE dengan registrasi biometrik. Informasi yang tersedia untuk umum dari Komisi Eropa menggambarkan sistem tersebut sebagai pencatatan data identitas setiap pelancong, waktu dan tempat penyeberangan, serta kombinasi biometrik wajah dan sidik jari dalam database bersama yang dikelola di tingkat UE.
Peluncuran ini, yang selesai pada 10 April 2026 setelah diperkenalkan secara bertahap di bandara-bandara tertentu pada akhir tahun 2025, merupakan perombakan paling signifikan dalam pemeriksaan perbatasan Eropa dalam beberapa dekade. Bagi wisatawan, perubahan ini paling terlihat di gerbang elektronik otomatis, dimana kamera kini menangkap gambar wajah secara langsung dan membandingkannya dengan paspor biometrik dan catatan database baru, dibandingkan hanya mengandalkan inspeksi visual dan stempel tinta.
Laporan negara-negara anggota dan industri perjalanan telah menyoroti bahwa peralihan ke biometrik pada awalnya menghasilkan antrean yang lebih panjang di beberapa pusat sibuk seiring dengan semakin banyaknya peralatan dan rutinitas staf. Sebagai tanggapan, perhatian dengan cepat terfokus pada alat digital yang mengalihkan sebagian proses dari pos perbatasan ke tangan para pelancong sebelum mereka tiba.
Aplikasi ‘Travel to Europe’ Membawa Pra Registrasi ke Ponsel Wisatawan
Inti dari peralihan ini adalah aplikasi seluler Travel to Europe yang baru, yang dikembangkan di bawah koordinasi Frontex dan Komisi Eropa untuk warga negara non-UE yang harus menjalani pemeriksaan Sistem Masuk/Keluar. Panduan resmi menggambarkan aplikasi ini sebagai cara bagi wisatawan untuk melakukan pra-registrasi rincian paspor, rencana perjalanan, dan gambar wajah mereka dalam jendela terbatas sebelum mencapai perbatasan, menghasilkan token digital untuk dipindai di jalur khusus.
Menurut informasi yang dipublikasikan di portal perjalanan UE, aplikasi tersebut tidak menggantikan kontrol perbatasan atau jaminan masuk. Sebaliknya, ini dirancang untuk mengurangi waktu yang dihabiskan di kios dengan memuat entri data di depan dan langkah-langkah kuesioner tertentu ke antarmuka ponsel cerdas yang aman. Wisatawan yang menyelesaikan proses ini akan menerima kode gaya QR atau layar konfirmasi yang dapat ditunjukkan di samping paspor mereka ketika mereka mencapai terminal.
Alat ini saat ini ditujukan untuk pengunjung dari negara bebas visa dan negara ketiga yang memerlukan visa, asalkan mereka membawa paspor biometrik dan diharuskan mendaftar di Sistem Masuk/Keluar. Otoritas nasional menekankan bahwa mereka yang tidak ingin menggunakan aplikasi ini masih dapat menyelesaikan semua langkah di bandara atau penyeberangan darat, meskipun mereka mungkin harus menunggu lebih lama pada jam sibuk.
Hasil Awal: Antrean Menyusut di Bandara Percontohan
Hasil awal dari penerapan awal bandara menunjukkan bahwa kombinasi pra-pendaftaran dan jalur cepat biometrik dapat mengurangi waktu tunggu secara signifikan. Cakupan industri perjalanan dari Portugal menunjukkan bahwa Bandara Humberto Delgado di Lisbon, salah satu bandara pertama yang menerapkan aplikasi Travel to Europe bagi penumpang non-UE yang datang, telah mencatat waktu pemrosesan perbatasan yang menurun dari rata-rata lebih dari sepuluh menit menjadi di bawah lima menit bagi wisatawan yang menyelesaikan langkah-langkah aplikasi terlebih dahulu.
Laporan dari maskapai penerbangan dan media perjalanan lokal menggambarkan pengalaman dua jalur dalam praktiknya. Penumpang yang telah melakukan pra-pendaftaran menggunakan gerbang atau loket yang ditentukan oleh aplikasi, di mana staf perbatasan atau kios otomatis memindai kode QR dan menangkap atau memverifikasi biometrik, sementara pengunjung lain terus mengantri di jalur tradisional non-UE. Bagi kelompok berkebangsaan campuran, keluarga sering kali dapat tetap bersama dengan memilih saluran digital yang sama.
Bandara lain yang berpartisipasi di Swedia dan beberapa tujuan Mediterania dilaporkan mengikuti model serupa, dengan beberapa menganggap pendaftaran aplikasi sebagai langkah opsional tambahan dalam alur check-in online. Pengamat industri berpendapat bahwa seiring dengan meningkatnya penggunaan aplikasi dan wisatawan semakin terbiasa dengan proses tersebut, kesenjangan penghematan waktu antara pengguna aplikasi dan non-pengguna kemungkinan akan semakin melebar.
Janji Jalur Cepat Diimbangi oleh Cakupan yang Tidak Tambal Sulam
Meskipun aplikasi perjalanan ini menjadi berita utama di seluruh Eropa, cakupannya masih belum merata. Informasi publik dari Komisi dan beberapa negara anggota menunjukkan bahwa Irlandia dan Siprus bukan bagian dari Sistem Masuk/Keluar dan terus menerapkan pemeriksaan perbatasan manual, artinya aplikasi tersebut tidak memberikan manfaat untuk perjalanan yang hanya melibatkan negara-negara tersebut. Selain itu, beberapa bandara kecil dan penyeberangan darat masih melakukan bertahap dalam hal perlengkapan dan prosedur.
Outlet berita lokal di Eropa Tengah juga mencatat bahwa, di kota-kota tertentu, aplikasi Travel to Europe secara teknis tersedia tetapi belum terintegrasi dengan infrastruktur bandara, sehingga membuat wisatawan bingung ketika mereka tiba dengan kode QR tetapi tidak menemukan jalur terpisah. Otoritas perbatasan di lokasi-lokasi ini terus menggunakan Sistem Masuk/Keluar melalui loket staf dan kios standar, yang terkadang mengakibatkan antrian yang seharusnya difasilitasi oleh aplikasi tersebut.
Gambaran yang terfragmentasi ini mencerminkan bagaimana pengelolaan perbatasan tetap menjadi tanggung jawab bersama antara badan-badan UE dan pemerintah nasional. Meskipun sistem dan aplikasi umum sudah ada di tingkat UE, setiap negara bagian harus menghubungkan instalasinya sendiri, melatih personel, dan memutuskan seberapa menonjol alat prapendaftaran harus dipromosikan kepada pengunjung yang datang.
Yang Perlu Diketahui Wisatawan Sebelum Musim Panas
Bagi wisatawan yang merencanakan perjalanan ke Eropa pada tahun 2026, panduan yang tersedia untuk umum umumnya merekomendasikan untuk memeriksa apakah aplikasi Travel to Europe didukung pada titik masuk pertama ke wilayah Schengen dan menyelesaikan pendaftaran dalam jangka waktu yang diizinkan sebelum melakukan perjalanan jika memungkinkan. Mereka yang tiba di pusat-pusat besar di mana aplikasinya terintegrasi sepenuhnya kemungkinan akan merasakan manfaat terbesar, terutama selama liburan sekolah dan acara-acara besar ketika jalur non-UE biasanya memakan waktu satu jam atau lebih.
Calon pengunjung juga harus menyadari bahwa pendaftaran biometrik berdasarkan Sistem Masuk/Keluar adalah wajib bagi sebagian besar warga negara non-UE yang melakukan kunjungan singkat, terlepas dari apakah mereka menggunakan aplikasi tersebut. Perjalanan pertama setelah pengenalan sistem biasanya memakan waktu paling lama, karena data wajah dan sidik jari perlu diambil dan disimpan, namun kunjungan berikutnya akan lebih cepat karena hanya diperlukan verifikasi.
Ke depan, lanskap teknologi perjalanan di sekitar perbatasan Eropa akan terus berkembang. Sistem Informasi dan Otorisasi Perjalanan Eropa yang akan datang, sebuah persyaratan pra-izin online untuk pelancong bebas visa yang sekarang dijadwalkan pada akhir tahun 2026, diharapkan sejalan dengan Sistem Masuk/Keluar dan aplikasi seluler. Secara keseluruhan, alat-alat ini mengarah ke masa depan di mana sebagian besar dokumen dan pengumpulan data yang biasanya ditangani di pos perbatasan dilakukan jauh sebelum penumpang mencapai bandara, dengan pemrosesan jalur cepat biometrik mengubah antrean yang lebih pendek menjadi sebuah kenyataan rutin.




