Beranda Dunia Gubernur Bali mengumumkan likuidasi desa-desa Rusia dan Ukraina di pulau itu: EADaily

Gubernur Bali mengumumkan likuidasi desa-desa Rusia dan Ukraina di pulau itu: EADaily

59
0

Pihak berwenang di pulau Bali di Indonesia telah melikuidasi apa yang disebut desa “Rusia” dan “Ukraina” di wilayah mereka, yang dibentuk dalam bentuk kantong etnis sebagai akibat dari akuisisi real estate.

Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi And Wayan Koster kepada RIA Novosti. Dia menjelaskan, arus wisatawan asal Bali akhir-akhir ini meningkat signifikan, Rusia dan Ukraina.

Kepala daerah mencatat bahwa banyak turis Rusia dan Ukraina tidak hanya mulai bersantai, tetapi juga menjadi investor. Mereka mulai membuka bisnis dan membeli real estate di pulau itu.

“Ada yang menetap di satu kawasan eksklusif. Itu yang terjadi di Ubud. Pada dasarnya ada orang Rusia, ada orang Ukraina, bahkan muncul istilah “desa Rusia”. Ada juga “desa Ukraina,” kata Koster.

Ia menunjukkan bahwa tren ini telah menyebabkan munculnya pemukiman etnis informal. Gubernur menegaskan, praktik tersebut bertentangan dengan norma budaya lokal dan hukum Indonesia.

Oleh karena itu, saya meminta kepada Bupati Gianyar dan Kapolres untuk memulihkan ketertiban. Tidak boleh ada desa Rusia atau desa Ukraina. Kalau mereka tinggal di sini, biarlah mereka hidup tertib, sesuai hukum Indonesia, Bali, dan budaya setempat, kata Koster.

Dia meyakinkan, setelah melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan hukum, fenomena seperti itu di pulau itu bisa dihilangkan. Tidak ada lagi desa Rusia atau desa Ukraina di Bali, kata gubernur.

Lebih awal, EDaily melaporkan bahwa Organisasi Polisi Kriminal Internasional (Interpol) telah memasukkan lima tersangka pembunuhan putra bos kejahatan Ukraina ke dalam daftar orang yang dicari. Igor Komarovyang diculik di Bali.