28.6 C
New York
Senin, Juli 22, 2024

Buy now

Tiga Tersangka Kasus Pengolahan Kayu Ilegal di Teluk Bintuni Ditahan, Ancaman Pidana Hingga Denda Rp2,5 Miliar

BINTUNI, Indikatorpapua.com – Senin (9/10/2023) Kasatreskrim Polres Teluk Bintuni, Iptu Tomi Samuel Marbun, di ruang kerjanya mengkonfirmasi bahwa tiga tersangka, IZ, GK, dan JS, dalam kasus pengolahan kayu ilegal di Kampung Dagu, Distrik Meyado, Teluk Bintuni, telah ditahan. Kasus ini telah menjadi sorotan sejak 5 September 2023 lalu.

Kasus ini bermula dari penyelidikan pada 17 Agustus 2023 ketika penyidik satreskrim turun ke lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat tentang dugaan pengolahan kayu ilegal. Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa di belakang rumah tersangka IZ, seorang petani berusia 47 tahun, ditemukan 3116 batang kayu olahan atau 215 kubik kayu ilegal.

Tersangka IZ mengakui bahwa dia ditugaskan oleh GK, seorang wiraswasta berusia 38 tahun, untuk mengurus pengolahan kayu di Kampung Irawara, Distrik Moskona Selatan, yang akan ditampung di belakang rumahnya. Dana untuk kegiatan tersebut berasal dari JS, seorang PNS berusia 41 tahun, dengan nilai Rp 100.500.000 yang didukung oleh 16 lembar kwitansi pembayaran.

Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Choiruddin Wachid, menjelaskan bahwa kegiatan pengolahan kayu ilegal tersebut telah berlangsung sejak bulan Januari 2022 hingga Agustus 2023 tanpa izin resmi. Kayu tersebut diolah dengan tujuan dipasarkan ke luar Papua Barat.

Setelah melakukan gelar perkara, polres meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan dan menetapkan IZ, GK, dan JS sebagai tersangka pada 5 September 2023. Penangkapan ketiganya dilakukan pada 6 September 2023 dan mereka saat ini menghadapi ancaman pidana berdasarkan pasal 83 ayat (1) huruf b Jo pasal 12 huruf e Undang-Undang No 18 Tahun 2023 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun serta denda paling banyak Rp2,5 Miliar.

Saat ini, berkas P19 telah dikirim kembali ke Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni, dan pihak kepolisian menunggu hasil pemeriksaan jaksa apakah berkas tersebut akan dinyatakan P21 atau lengkap. Tersangka ditahan berdasarkan permohonan keluarga mereka dan keyakinan bahwa mereka tidak akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Kasus ini akan terus dipantau hingga mencapai tahap pengadilan.

Pewarta : Wawan.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini