20.2 C
New York
Rabu, Mei 25, 2022

Buy now

Sesuai Arahan Kapolda Satreskrim Polres Bintuni Akan Monitoring Pendistribusian Migor Dan BBM

“Satreskrim Polres Teluk Bintuni akan mengawal pendistribusian minyak goreng, dan kami akan pastikan Penyalurannya sampai ke penerima”

Indikatorpapua.com | Bintuni – Satreskrim Polres Teluk Bintuni akan memonitoring sekaligus mengawal pendistribusian minyak goreng (Migor) dan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga sampai ke masyarakat.

Hal ini seperti disampaikan Kapolres Teluk Bintuni AKBP Junov Siregar, SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Tomi Samuel Marbun S.TRk di ruangan kerjanya kepada wartawan. Selasa (12/4/2022).

Diungkapkan Tomi, Ini sesuai dengan arahan Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Dr. Tornagogo Sihombing, S.IK saat bersua bersama seluruh anggota dan memerintahkan untuk mengawasi pendistribusian minyak goreng juga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

“Satreskrim Polres Teluk Bintuni akan mengawal pendistribusian minyak goreng, dan kami akan pastikan Penyalurannya sampai ke penerima” kata Kasat Reskrim.

Diungkapkannya, selain itu pihaknya akan berkordinasi dengan Dinas terkait, untuk penerima dari minyak goreng curah yang dimaksud. Karena menurut Kasatreskrim, hal seperti ini harus di antisipasi lebih awal agar tidak ada penimbunan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Sambungnya lagi sedangkan untuk BBM subsidi satuan reserse kriminal Polres Bintuni juga akan mengawasi secara ketat. Ini guna mengantisipasi penyalahgunaan.

Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni Iptu Tomi Samuel Marbun. S.TrK saat memberikan keterangan persnya pada awak media (foto istimewa)

Dijelaskannya, sedangkan untuk tim Satuan Tugas (Satgas) dari Tipiter, akan tetap melaksanakan kegiatan patroli, dengan cara memberikan himbauan kepada masyarakat melalui sosialisasi untuk menyampaikan harga eceran dari BBM subsidi dan minyak goreng curah tersebut.

“Jadi Kami mengatur upaya antisipasi agar tidak terjadi penyalahgunaan, terhadap Bahan bakar minyak (BBM) subsidi” tegasnya

Lebih lanjut Kasat Reskrim berharap, untuk BBM jenis solar bersubsidi, pihak Pertamina setiap harinya diminta dapat berkoordinasi atau melaporkan seberapa jumlah kuota dari bahan bakar minyak yang ada.

“Ini dilakukan guna mengecek stok BBM subsidi serta jumlah daya beli masyarakat” tegasnya.

Menurut Kasat Reskrim, selama ini sesuai data kuota dari SPBU, stok BBM untuk kebutuhan masyarakat Bintuni sebanyak 80 ton dalam kurun waktu 1 bulan. Sedangkan untuk perharinya bisa menghabiskan BBM mencapai 5 ton.

“Itu yang kemudian sebenarnya tidak cukup, tapi dari pihak SPBU melakukan pembatasan karena solar subsidi ini koordinasinya ke Pertamina Sorong” pungkasnya

Pewarta : Muhammad Iqbal