13.2 C
New York
Kamis, Mei 26, 2022

Buy now

Satlantas Bintuni Masih Cenderung Mendapati Sejumlah Pelanggaran Berlalu Lintas Terutama Kendaraan Berkenalpot Racing

“itu sudah masuk pelanggaran lalu lintas namun tidak di tindak karena itu dikhawatirkan ketika terjadi penindakan hukum distribusi bahan pokok akan terhambat”

Indikatorpapua.com | Bintuni – Satlantas Polres Teluk Bintuni selama pada bulan Ramadhan 1443 Hijriyah, cenderung sering masih mendapati sejumlah pelanggaran dalam berlalu lintas terutama pengendara yang menggunakan kenalpot racing.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Teluk Bintuni AKBP Junov Siregar, S.I.K melalui Kasat Lantas Ipda Pasha Aditya Nugraha, S.Tr.K di ruang kerjanya. Selasa (19/4/2022)

“Kemarin kami sempat tindak di kota dapat 17 unit kendaraan kenalpot racing. 3 kita tilang karena tidak kooperatif, tidak bersedia melepas kenalpotnya dan pelanggarannya sudah banyak seperti tidak memiliki surat surat motor dan SIM” ungkapnya.

Sambung Kasat Lantas, sementara bagi pengemudi yang kendaraannya masih menggunakan kenalpot diperintahkan untuk mengganti kenalpotnya di tempat, ini bertujuan guna mengantisipasi paradigma negatif kepada kepolisian.

Selain itu Menurut Kasat Lantas, hal tersebut juga berkaitan dengan aturan Menteri, tentang operasi ketupat yang tidak lama lagi akan dilaksanakan.

Terkait dengan waktu pelaksanaan operasi ketupat sendiri pihak Satlantas Polres Teluk Bintuni sifatnya masih menunggu arahan dari pimpinan.

Sedangkan terkait dengan titik pengamanannya pihak Satlantas Bintuni telah berkoordinasi bersama bagian KabagOps diantaranya di wilayah Distrik Manimeri dan pos yang berada taman kota sebagai pos PAM.

Kemudian pos pelayanan di pasar, selanjutnya pos yang terpusat di wilayah pertigaan masuk sport center Kampung Lama Bintuni.

Untuk penyekatan sendiri, menurut Kasat Lantas akan dilaksanakan di jalan area kehutanan lama, dan pastinya yang menjadi titik fokus yaitu pintu masuk dan keluar Bintuni.

Tambah Kasat Lantas, saat ini mengenai arus hilir mudik lebaran sudah mulai nampak dan mengalami peningkatan yang cukup signifikan, seperti kendaraan jenis truk bermuatan bahan sembako. Dimana rata rata truk tersebut sudah dalam kategori overloading (lewat batas muatan),

“itu sudah masuk pelanggaran lalu lintas namun tidak di tindak karena itu dikhawatirkan ketika terjadi penindakan hukum distribusi bahan pokok akan terhambat” ucapnya

Sejauh ini masih menunggu perintah lebih lanjut dari mabes soal petunjuk pelaksanaannya secara represif, persuasif atau preventif.

Lanjut Kasat Lantas, pihaknya sengaja menempatkan pos pelayanan di pasar karena angkutan Hilux antar kota berada di sana. Ini tujuannya sekaligus menyampaikan sosialisasi tertib berlalu lintas kepada para supir Hilux sebagai alat transportasi penumpang antar kota.

“pos pelayanan ini akan menyediakan sejumlah sarana sebagai tempat istirahat dan ibadah bagi para pemudik, selain itu juga menyediakan takjil”

Walaupun Teluk Bintuni ini merupakan titik tuju terakhir dan bukan perlintasan jalur trans antar kota seperti Oransbari sehingga penumpang yang turun dari kendaraan akan pulang langsung menuju ke rumah masing-masing.

Pewarta : Wawan