12.1 C
New York
Rabu, Mei 25, 2022

Buy now

Peringati Hari Kartini Petugas KPM Posyandu Nuri Berbusana Kebaya

“Jangan putus asa meskipun terkadang balita kurang nafsu makan”

Indikatorpapua.com | Bintuni – Peringati hari Kartini 21 April 2022 sejumlah petugas kader Posyandu Nuri Kampung Banjar Ausoy SP IV Distrik Manimeri mengenakan busana kebaya sebagai simbol perempuan tangguh diera digitalisasi.

Perempuan tidak selamanya identik sebagai kaum yang lemah, seperti diperlihatkan oleh sejumlah kader pembangunan manusia (KPM) di posyandu Nuri yang terus berjuang mewujudkan anak Indonesia Sehat.

“Kami dan teman teman di sini karena bertepatan dengan hari Kartini, makanya berinisiatif memakai kebaya” kata Suherni selaku KPM Posyandu Nuri Kampung Banjar Ausoy Distrik Manimeri disela aktifitasnya. Kamis (21/4/2022).

Diakui Suherni, walaupun sebenarnya selama ini pihaknya belum pernah menggunakan busana kebaya disaat melakukan pelayanan di posyandu tempat mereka bertugas.

Dan kebetulan untuk Kampung Banjar Ausoy memiliki 2 pos pelayanan terpadu balita, yang melayani kebutuhan balita, ibu hamil dan menyusui, kemudian posyandu lansia dengan masing – masing memiliki 5 orang petugas KPM.

Lebih lanjut Suherni mengatakan, sedangkan untuk pelayanan di setiap Posyandu tetap menggunakan sistem 5 meja, seperti pendaftaran, penimbangan, pengisian kartu menuju sehat (KMS), pemberian pelayanan imunisasi dan pemberian makanan tambahan (PMT).

Selain itu ada juga PMT jenis buah-buahan dari bahan lokal yang dianjurkan oleh pendamping posyandu yaitu Puskesmas bersama tenaga kesehatan.

“Setiap bulannya kami disini juga tetap ada pemberian PMT, dengan mengarah pada bahan lokal, jadi tidak berupa biskuit dan lain sebagainya”terangnya.

Salah satu balita saat memperoleh pelayanan mengukur berat badan di Posyandu Nuri

Suherni menuturkan, sedangkan untuk balita yang memiliki masalah stunting, Posyandu Nuri juga menyediakan biskuit MPASI dari Puskesmas yang secara rutin diberikan.

Menurut Suherni, sejauh ini di Posyandu Nuri untuk penanganan balita yang memiliki masalah gizi Alhamdulillah cukup dapat teratasi dibandingkan tahun sebelumnya.

Suherni menjelaskan yang berkaitan dengan Stunting di tahun lalu ada sekitar 18 kasus, namun berkat adanya pelayanan yang intens akhirnya menurun menjadi setengah dalam tahun ini.

“Cukup lumayan untuk ditahun ini menurun Alhamdulillah setengahnya dibandingkan tahun lalu, ini berkat penanganan rutin Stunting yang kami lakukan bersama KPM” jelasnya.

Pada momentum hari Kartini, Suherni juga berharap sekaligus mengajak bagi seluruh kaum perempuan, agar tetap semangat jangan patah arang demi pertumbuhan sang buah hati.

“Jangan putus asa meskipun terkadang balita kurang nafsu makan, dan kami sebagai kader KPM tetap berjuang, mari kami bantu, supaya anak-anak kita ini sehat kuat cerdas dan berkualitas” pungkasnya.

Pewarta : Wawan