Pangdam Kasuari Sambut Baik Program Peningkatan Kapasitas Dan Kompetensi Babinsa Yang Digagas Dandim 1801

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 40 personel Perwira Staf, Danramil dan Babinsa tercakap, dikemas dalam bentuk seminar motivasi, pelatihan dan pembekalan soft skill bidang komunikasi

Indikatorpapua.com|MANOKWARI-Panglima Kodam XVIII Kasuari menyambut baik kegiatan Binsiap Apkowil Kodim 1801 Manokwari yang digagas Kolonel Army Airlangga, Dandim Manokwari.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 40 personel Perwira Staf, Danramil dan Babinsa tercakap, dikemas dalam bentuk seminar motivasi, pelatihan dan pembekalan soft skill bidang komunikasi sosial ke masyarakat oleh para Danramil dan Babinsa Kodim 1801/ Manokwari yang berlangsung selama 2 hari, dari tangal 3 – 4 Juni 2021 di aula Lapangan tembak jln Brawijaya Kabupaten Manokwari Papua Barat, Kamis (03-06-2021)

Pangdam Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menjelaskan bahwa pihaknya sangat mendukung gagasan inovasi Dandim 1801- Manokwari, Kolonel Arm Airlangga, terutama meningkatkan kapasitas para anggota TNI, dalam upaya meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas atau kegiatan komunikasi kepada masyarakat.

Diharapkan nantinya para anggota Danramil dan Babinsa yang mengikuti pelatihan ini, akan mentransformasikan pengetahuannya kepada anggota Babinsa lainnya.

“Para anggota Babinsa adalah garda terdepan dalam menunjang efektifitas program-program TNI yang bersentuhan langsung dengan interaksi dan aktivitas sosial masyarakat.”kata Panglima Kodam

“Oleh karenanya, selain diperlukan kemampuan dan strategi pendekatan efektif terhadap masyarakat,  juga dibutuhkan kreativitas untuk mendorong terciptanya Mindset atau pola berfikir yang mampu merangsang tumbuhnya produktifitas kemampuan atau potensi masyarakat yang dibarengi dengan kemauan dan kepercayaan diri masyarakat akan potensi yang dimiliknya.” Ujarnya lagi.
  
Lebih lanjut Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menegaskan bahwa dengan pendekatan yang tepat sasaran dan dengan kemampuan berkomunikasi yang mampu membuka cara pandang masyarakat, dirinya optimis, bahwa distorsi atau hambatan komunikasi yang selama ini terjadi dan dialami para anggota Babinsa, yang menyebabkan terjadinya sekat-sekat komunikasi dan terjadinya resistensi masyarakat terhadap kegiatan teroritorial TNI dapat diminimalisir.

Sementara itu, Dandim 1801-Manokwari, Kolonel Arm Airlangga saat membuka acara mengatakan, bahwa strategi dan metode dalam pendekatan komunikasi terhadap masyarakat, khususnya di level basis community sangat penting dipahami oleh prajurit TNI.

Menurutnya,  hal ini penting karena prajurit TNI dalam mengemban misi pembinaan teritorial, memerlukan sinergi dan kolaborasi konstruktif dengan menyelami langsung karakteristik dan kebiasaan serta kearifikan lokal diwilayah tugas.

Kata Kolonel Army Airlangga, tanpa pendekatan dan strategi komunikasi yang efektif terhadap kelompok masyarakat, mustahil misi pembinaan teritorial untuk meningkatkan potensi dan kesejahteraan masyarakat dan program mengamankan kebijakan pemerintah dalam mengemban misi pemberdayaan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas wilayah keamanan diwilayah tugas dapat terlaksana secara efektif, tepat guna dan tepat sasaran.

“Kegiatan ini adalah training of trainer. Peserta atau anggota satuan Babinsa ini adalah anggota TNI terpilih yang selama ini bertugas melakukan komunikasi sosial dan pembinaan teritorial kepada masyarakat.” jelasnya.

“Ini adalah upaya Kodim 1801/mkw untuk mencari formula efektif pendekatan ke masyarakat. Pola Ini akan menjadi program yang diharapkan bisa berlanjut, Perwira Staf,Danramil dan Babinsa yang mengikuti acara ini, diharapkan nanti bisa mempraktekkannya dilapangan, sambil berperan aktif menularkan kemampuan dan pengalamannya kepada satuan anggota Babinsa lainnya. “ Terang Dandim.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dimentori oleh, Dr. Heri Kuswara, M.Kom, akademisi sekaligus motivator dari Jakarta, Dalam acara tersebut, peserta diajak untuk membuka wawasan dan pengalaman mereka sehingga terbuka masalah, membedah kasus dan bersama-sama menemukan problem solving atas permasalahan yang selama ini menjadi kendala dalam komunikasi sosial kepada masyarakat.

Selain itu para peserta juga diajak untuk interaktif dalam menjawab berbagai hal berkenaan dengan soft skill untuk menggali potensi diri.|Laporan: Mohamad Raharusun

Total
0
Shares
0 Share
0 Tweet
0 Pin it
0 Share
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts
Total
0
Share
error: Hati-hati Salin Tanpa Izin kena UU No.28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
%d blogger menyukai ini: