19.6 C
New York
Rabu, Mei 25, 2022

Buy now

Grebeg Syawal Mewarnai HUT Ke 10 Pakuwojo Bintuni

Dimana bumi dipijak disitu langit kita junjung”

Indikatorpapua.com | Bintuni – Indonesia memiliki sejuta tradisi dan kebudayaan yang beragam dan telah dilakukan turun temurun sejak dulu kala, salah satu tradisi biasanya dilakukan ketika Hari Raya Idul Fitri tiba yaitu Grebeg Syawal.

Umumnya, tradisi dari Keraton Yogya ini digelar dan menjadi bagian dari sedekah rakyat sebanyak tiga kali dalam satu tahun yakni Grebeg Syawal, Grebeg Besar dan Grebeg Mulud.

Dikutip dari laman Keraton Yogyakarta, Grebeg Mulud digelar setiap 12 Rabiul Awal (Mulud) memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, Grebeg Syawal biasa digelar pada 1 Syawal untuk menandai berakhirnya bulan puasa, sedangkan Grebeg Besar tepatnya tanggal 10 Dzulhijah (Besar) biasanya diperingati pada momentum Hari Raya Idul Adha.

Kali ini Grebeg Syawal dilakukan oleh seluruh masyarakat asli Jawa yang berada di Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat giat digandengkan dengan perayaan HUT ke-10 Pakuwojo didaerah itu.

Giat budaya tersebut dirangkaikan dengan kirab gunungan hasil bumi yang dilepas oleh Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw dari gelanggang Argosigemerai SP 5 sampai di area Pendopo Pakuwojo Bintuni. Selasa. (10/5/2022).

“Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, ya saya dan keluarga juga menyampaikan mohon maaf lahir batin untuk kita semua” ungkap Bupati saat melepas rombongan kirab gunungan.

Petrus Kasihiw juga mengajak warga masyarakat Tanah Sisar Matiti untuk tetap menjaga tali persaudaraan persatuan dan kesatuan dengan beragam keyakinan, suku, ras, budaya, yang kesemuanya itu merupakan Anugerah dari Tuhan berikan pada kita sekalian.

“Dimana bumi dipijak disitu langit kita junjung” pungkasnya.

Dari Pantauan media ini terlihat sejumlah gunungan dari beragam kuliner khas Jawa dikirab menggunakan kendaraan roda empat menuju area Pendopo Pakuwojo jalan raya Awarepi Teluk Bintuni.

Pewarta : Wawan