13.2 C
New York
Kamis, Mei 26, 2022

Buy now

Bupati Petrus Kasihiw : Ada Konsekuensi Bagi Pimpinan OPD Dan ASN Yang Tidak Hadir Apel

“Ada konsekuensi terhadap Pimpinan OPD atau ASN yang tidak hadir, konsekuensinya banyak salah satunya, seperti ada beberapa pegawai SK kenaikan pangkatnya saya tahan walaupun sudah di Acc oleh badan BPKD sebagai devisi teknis apakah ini layak untuk diberikan kenaikan pangkat”

Indikatorpapua.com | Bintuni – Sesuai surat edaran pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni yang di keluarkan oleh Setda Nomor : 049/036/WABUP-TB/IV/2022, tentang kegiatan perkantoran akan aktif kembali tanggal 09 Mei 2022, dalam tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan bagi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw mengakui masih adanya beberapa sejumlah OPD dan ASN yang tidak hadir pada saat apel Gabungan setelah paska usai masa libur.

“ini menjadi penilaian saya terhadap kinerja OPD, karena masih ada beberapa pimpinan OPD dan ASN yang tidak ikut serta dalam apel gabungan” ungkap Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw usai pimpin apel gabungan di halaman perkantoran SP 3 Manimeri. Senin (9/5/2022).

Sambung Petrus, bila masih terdapat pimpinan OPD yang tidak hadir tanpa alasan pada apel pagi ini, tentu sepatutnya dapat dipertanyakan yang kemudian memiliki konsekuensi.

Karena menurut Bupati, surat edaran sudah sangat jelas, pada tanggal 9 mei sudah harus masuk kerja untuk melayani masyarakat, dan ini menjadi catatan khusus buat saya terutama kepada pimpinan OPD.

“Ada konsekuensi terhadap Pimpinan OPD atau ASN yang tidak hadir, konsekuensinya banyak salah satunya, seperti ada beberapa pegawai SK kenaikan pangkatnya saya tahan walaupun sudah di Acc oleh badan BPKD sebagai devisi teknis apakah ini layak untuk diberikan kenaikan pangkat” ucap Bupati

Dijelaskan Bupati Petrus Kasihiw, Ini kemudian menjadi bahan evaluasi kedepan ketika momentum Reshuffle nanti. Untuk reshuffle sendiri pihaknya sudah menyiapkan panitia seleksi (pansel) yang sudah ditanda tangani SK-nya, dan saat ini panitia seleksi tersebut sementara sedang berjalan guna melakukan tugasnya.

Proses reshuffle juga, Pansel diharapkan harus dapat menghadirkan penilaian kinerja ASN, mengingat untuk jabatan esalon dua bukan lagi menjadi kewenagan Kepala Daerah. Melainkan prosedurnya harus dikonsultasikan kepada Gubernur sebagai pemerintah satu tingkat diatasnya.

Lebih lanjut Petrus Kasihiw menjelaskan, untuk jabatan Esalon tiga dan empat masih dalam perbaikan, sedikit lambatnya kami masih menuggu pelantikan para kepala Puskesmas serta Kepala Sekolah.

Sehingga ini kemudian agak sedikit mengalami keterlambatan dengan sesuai rencana yang sebelumnya di bulan puasa lalu namun ternyata tidak bisa.

“Kita harus melantik satu kali, dari kepala-kepala Puskesmas, kepala sekolah TK,SD,SMP, Kepala Distrik terus kejenjang tingkat selanjutnya, semua sedang disiapkan” tutup orang nomor Wahid dijajaran Pemerintahan Kabupaten Teluk Bintuni tersebut.

Pewarta : Muhammad Iqbal