Beranda Indonesia Penurunan Chelsea Setelah Dikalahkan oleh Brighton, Rosenior Dibawah Tekanan

Penurunan Chelsea Setelah Dikalahkan oleh Brighton, Rosenior Dibawah Tekanan

31
0

Chelsea semakin memburuk. Saat bermain di laga tandang di Liga Premier Inggris di Stadion Amex, Rabu, 22 April 2026 WIB, Chelsea dikalahkan oleh Brighton and Hove Albion 3-0. Kekalahan itu membuat manajer Liam Rosenior tekanan.

Hasil buruk yang membuat posisi Chelsea bergeser ke Brighton. Ya, Chelsea terpaksa turun ke peringkat ketujuh dengan 48 poin. Sementara itu, Brighton yang mendapatkan 50 poin berhasil naik ke peringkat keenam dan masuk zona Liga Europa.

Bukan hanya Chelsea turun dalam peringkat, namun mereka juga membuat rekor yang sangat mengecewakan. Pada pertandingan sebelumnya di kandang, Chelsea terpaksa menyerah 1-0 saat menjamu Manchester United. Kejatuhan trend buruk tersebut berlanjut saat The Blues mengunjungi markas Brighton.

Ini adalah kekalahan kelima berturut-turut Chelsea di Liga Premier yang membuat mereka kehilangan kesempatan untuk berkompetisi memperebutkan tiket ke Liga Champions. Ini adalah rekor terburuk sejak tahun 1912. Tidak hanya itu, Chelsea juga sudah kalah delapan kali dalam berbagai kompetisi.

Lebih buruk lagi, mereka tidak mampu mencetak gol dan kebobolan 11 gol, yang membuat manajer Liam Rosenior berada di bawah tekanan. Ia menjadi sasaran teriakan dan hinaan dari para fans Chelsea sepanjang pertandingan. Di sisi lain, para fans Brighton merespons dan bernyanyi, “Liam Rosenior adalah salah satu dari kami.”

Ya, Rosenior pernah bermain di Brighton selama tiga tahun dan menutup karirnya di klub tersebut. Ia kemudian beralih ke manajer dan meraih kesuksesan saat ia menangani Strasbourg. Namun, ketika ia menerima tawaran untuk menggantikan Enzo Maresca di Chelsea, ini menjadi tantangan yang mudah baginya. Apalagi, Maresca sebenarnya tidak sepenuhnya gagal di Stamford Bridge.

Terbukti, Maresca yang mampu membawa Chelsea ke puncak malah mengalami penurunan sejak ditangani oleh Rosenior. Ia tidak dilepaskan begitu saja. Namun, manajer 41 tahun itu mengakui bahwa ia masih mendapatkan dukungan dari manajemen klub.

“100 persen,” kata Rosenior sebagai tanggapan atas dukungan dari manajemen seperti yang dikutip oleh Express. Behdad Eghbali, salah satu pemilik klub, tetap optimis bahwa Rosenior akan berhasil sehingga ia mendapatkan kontrak jangka panjang.

“Hanya saja Rosenior tidak memiliki modal bagus untuk mempertahankan posisinya. Dari 23 pertandingan, Chelsea hanya menang 11 kali dan kalah 10 kali. Ini adalah rekor terburuk kedua setelah Graham Potter.

Dalam pertandingan itu, Chelsea kehilangan dua penyerang utama, Joao Pedro dan Cole Palmer yang terluka. Hal ini membuat Pedro Neto dan Liam Delap kembali menjadi pilihan utama. Meski kedua pemain tersebut gagal menunjukkan ketajaman saat menghadapi Man Utd, Rosenior masih mengandalkan mereka.

Gelandang Enzo Fernandez kembali masuk skuad. Hanya saja, Rosenior mencoba untuk bermain dengan tiga bek karena Marc Cucurella didorong ke tengah dengan formasi 3-5-2.

Akibatnya, Chelsea malah semakin dibantai. Di menit pertama, pemain timnas Jepang Kaoru Mitoma hampir membobol gawang Chelsea saat menghadapi umpan silang Pascal Gross.

Belum selesai kejutan para pemain Chelsea menghadapi serangan frontal dari pasukan Fabian Hurzeler, gawang Sanchez akhirnya kebobolan ketika pertandingan baru berlangsung tiga menit.

Gelandang Ferdi Kadioglu berhasil memanfaatkan peluang dari tendangan sudut yang diambil oleh Gross. Reaksi lambat Chelsea ketika ada krisis di depan gawang, yang kemudian dimanfaatkan oleh Kardioglu untuk membawa Seagulls unggul 1-0.

Kebobolan pada menit-menit awal seperti sinyal kekalahan dari juara Liga Champions dua kali. Ternyata, gawang Sanchez kembali terancam.

Lagi, umpan dari Gross memberikan kesempatan pada rekannya, Jan Paul van Hecke. Hanya saja, Sanchez sudah menebak bahwa bola akan disilang Gross dan kemudian menepisnya.

Namun, Sanchez melakukan kesalahan saat memberikan bola kepada rekannya tapi malah mengarahkan ke gelandang Brighton, Carlos Baleba. Bola tersebut kemudian diberikan kepada Jack Hinshelwood yang berada dalam posisi baik untuk mencetak gol. Hanya saja tendangannya yang sudah mengarah ke gawang bisa dihalau oleh bek Trevor Chalobah.

Tidak ada gol tambahan meskipun Brighton memberikan tekanan. Di sisi lain, Chelsea kesulitan mencetak gol. Bahkan, selama 30 menit pertama, tidak ada satu tembakan pun dari pemain Chelsea yang masuk ke gawang. Skor 1-0 untuk Brighton bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Chelsea mencoba untuk bangkit. Mereka mendapatkan kesempatan untuk menyamakan lewat Romeo Lavia. Hanya saja upayanya masih gagal karena tembakannya meleset.

Ketika melakukan tekanan, gawang Chelsea kembali kebobolan pada menit ke-56. Ini dimulai ketika Chelsea meminta tendangan bebas karena bola dianggap mengenai tangan Yankuba Minteh di luar kotak penalti.

Namun, wasit membiarkan insiden tersebut dan Brighton melakukan serangan balik cepat. Striker Georginio Rutter kemudian berlari cepat dengan bola sebelum memberikannya kepada Hinshelwood.

Ia pun menyelesaikan peluang untuk membobol gawang Chelsea. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Brighton yang membuat Chelsea semakin buruk. Apalagi, para pendukung tidak lagi mendukung melainkan malah melecehkan Rosenior.

Lebih buruk lagi, tim tampak kehilangan kemampuan untuk melakukan serangan ofensif. Tidak ada ancaman berbahaya dari Chelsea yang membuat mereka sulit untuk mengejar ketertinggalan gol.

Di sisi lain, tuan rumah justru membongkar gawang lawan untuk menambah keunggulan di masa injury time. Penyerang veteran Danny Welbeck memperkuat keunggulan Brighton setelah menyelesaikan assist dari Maxim De Cuyper.

Rosenior tidak bisa percaya dan menggelengkan kepalanya menyaksikan timnya kebobolan begitu mudah pada menit ke-90+1. Skor berubah menjadi 3-0 untuk Brighton dan bertahan hingga akhir pertandingan.