Beranda Olahraga Tradisional Man City Mengalahkan Arsenal, Persaingan Gelar Premier League Kembali Ketat

Man City Mengalahkan Arsenal, Persaingan Gelar Premier League Kembali Ketat

67
0

JAKARTA – Striker Erling Haaland menyelamatkan Manchester City dan membuat perebutan gelar Liga Utama Inggris semakin ketat setelah mengalahkan Arsenal 2-1 dalam pertandingan besar di Stadion Etihad, Manchester, Minggu, 19 April 2026 WIB.

Arsenal sebenarnya lega ketika Kai Havertz berhasil menyamakan skor menjadi 1-1. Hanya saja, Arsenal tidak mampu mempertahankan hasil imbang karena Haaland akhirnya berhasil membuka kebuntuan dan membawa Man City kembali memimpin setelah berhasil membobol gawang David Raya.

Setelah gol tersebut, Arsenal bahkan mengalami kesulitan dan harus menutup pertandingan dengan kekalahan. Hasil buruk di Etihad bukan hanya memangkas selisih poin Arsenal. Sekarang Man City dengan 67 poin semakin mendekati Arsenal yang masih bertengger di puncak klasemen. Namun, The Gunners hanya unggul tiga poin. Sementara itu, Man City masih memiliki satu pertandingan tertunda.

Hal ini membuat Arsenal semakin waspada. Scenario kegagalan seperti musim 2023 dan 2024 bisa terulang kembali. Saat itu, Arsenal selalu memimpin klasemen. Namun di saat-saat akhir, Man City selalu berhasil mengungguli Arsenal dan kemudian menjadi juara.

Dan itu selalu dimulai dengan kekalahan Arsenal di Etihad. Kebetulan, Man City sering mendapatkan jadwal bagus dengan menjamu Arsenal saat memasuki pekan-pekan penting.

Kekalahan dalam pertandingan besar dan penentu tersebut juga memastikan bahwa Arsenal kehilangan momentum. Mentalitas pemenang hanyalah terhapus dan mereka hanya memenangkan sekali dalam enam pertandingan terakhir di berbagai kompetisi.

Sejak gagal di final Piala Liga Inggris dan kebetulan kalah dari Man City 2-0, tim di bawah Mikel Arteta mengalami penurunan. Bahkan, mereka sudah menderita empat kekalahan dalam kompetisi domestik. Di Piala FA, Arsenal ironisnya dieliminasi oleh tim dari Divisi Dua, Southampton, yang menambah duka bagi Martin Odegaard cs.

Jika mereka gagal bangkit, harapan Arsenal untuk mengakhiri paceklik gelar Premier League selama 22 tahun akan padam lagi. Ya, Arsenal terakhir kali memenangkan Liga Inggris pada tahun 2004 ketika mereka masih dilatih oleh Arsene Wenger.

Saat itu, Man City masih belum dikenal dan hampir terdegradasi. Man City tak lebih dari tim yang selalu berjuang di papan bawah sebelum kedatangan raja minyak dari Timur Tengah yang membuat klub mendominasi Liga Premier dalam sepuluh tahun terakhir.

Sekarang, Man City memimpin meskipun masih menduduki posisi kedua. Namun, Arteta tetap optimis bisa mengakhiri paceklik gelar liga Arsenal.

“Saya masih percaya. Bahkan, sejak hari Rabu lalu saya masih percaya. Sejak minggu lalu, saya sudah melihat bagaimana kehidupan sehari-hari mereka [para pemain]. Dan saya tahu level permainan kami,” kata Arteta seperti dikutip oleh france24.

“Jika mereka butuh keyakinan lebih, saya rasa mereka sebenarnya lebih percaya diri dan yakin. Hal ini terungkap saat kami berbicara satu sama lain di ruang ganti,” ujarnya dalam merespons atmosfer ruang ganti Arsenal setelah kekalahan.

“Sepertinya liga baru dimulai. Kami masih unggul tiga poin dan mereka memiliki satu pertandingan tertunda. Semuanya masih terbuka. Kami tahu betapa besar keinginan kami dan kami tidak akan berhenti,” ujar Arteta lagi.

Arsenal sendiri masih memiliki lima pertandingan lagi dalam kompetisi Premier League. Namun, mereka juga masih harus bersaing di Liga Champions. Arsenal adalah satu-satunya tim Premier League yang masih bertahan dan akan menghadapi Atletico Madrid di babak semifinal.

Sementara itu, manajer Man City Pep Guardiola menyatakan bahwa pertarungan dalam kompetisi belum berakhir. Arsenal juga masih memimpin sehingga Man City tidak dapat memastikan bahwa mereka akan memenangkan liga. Termasuk saat mengalahkan Burnley di pertengahan pekan ini, Man City masih belum bisa mengungguli Arsenal karena kalah selisih gol.

“Kami dikatakan sebagai juara, tetapi apa kenyataannya? Siapa yang saat ini berada di posisi teratas? Bukan kami tentu. Siapa yang memiliki selisih gol yang lebih baik?” kata Guardiola.

“Jadi kami fokus satu langkah demi satu langkah. Tentu saja hasil ini membuka harapan kami untuk bersaing dalam perebutan gelar liga,” ujarnya.

Dalam pertandingan tersebut, Man City dan Arsenal sama-sama menyerang. Setelah saling mengancam, akhirnya Man City berhasil unggul.

Kali ini gelandang Rayan Cherki yang berhasil membobol gawang David Raya pada menit ke-16. Menerima umpan dari Matheus Nunes, ia kemudian melakukan solo run melewati pemain-pemain Arsenal sebelum melepaskan tembakan ke gawang.

Namun, keunggulan 1-0 Cityzens tidak bertahan lama. Hanya dua menit berselang, Havertz berhasil memanfaatkan kesalahan kiper Gianluigi Donnarumma. Menerima backpass, Donnarumma gagal membersihkan bola karena langsung disergap oleh Havertz yang langsung melepaskan tembakan ke gawang.

Skor berubah menjadi 1-1. Pertandingan semakin panas karena kedua tim terus bermain secara terbuka. Tak ada gol hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, permainan antara Man City dan Arsenal tetap sama. Mereka bergantian memberikan tekanan.

Arsenal sebenarnya memiliki kesempatan untuk menambah gol jika tembakan Eberechi Eze tidak mengenai mistar gawang. Di sisi lain, Man City akhirnya berhasil mendapatkan kembali keunggulan setelah Haaland menyambut umpan dari Nico O’Reilly untuk membobol gawang Arsenal pada menit ke-65.

Skor 2-1 untuk Man City. Arsenal enggan menyerah. Mereka tetap berusaha mengejar ketertinggalan. Serangan klub asal London Utara hampir membuahkan hasil.

Gabriel Magalhaes mendapatkan peluang bagus, namun sundulannya yang mengenai O’Reilly malah mengenai mistar gawang. Bola memantul yang langsung disambut oleh Havertz. Namun, ia juga gagal menyelesaikannya sehingga skor tetap tidak berubah. Hingga peluit akhir berbunyi skor tetap 2-1 untuk Man City.