Laga tersebut, yang merupakan bagian dari liga EPA U20, berlangsung pada hari Minggu di Semarang dan berakhir dengan kemenangan tipis 2-1 untuk Dewa United atas Bhayangkara FC. Perhatian segera beralih dari peluit terakhir ke keributan yang pecah antara kedua tim di pinggir lapangan.
Saat ketegangan meningkat, Alberto tiba-tiba berlari ke depan dan meluncurkan tendangan brutal ke seorang pemain Dewa United, seperti dilaporkan oleh SINDOnews.
Laporan awal menunjukkan korban menderita bahu terkilir akibat dampak tersebut, sementara Alberto dengan cepat meninggalkan lapangan. Rekaman serangan tersebut segera menjadi viral, memicu kemarahan luas di komunitas sepakbola Indonesia.
Selain Alberto, dua pemain Bhayangkara lainnya juga dituduh melakukan tindakan kekerasan. Ahmad Catur Prasetyo menyerang anggota Dewa meskipun orang tersebut memohon padanya untuk tidak melakukannya, sementara Aqilah Lissunnah Aljundi menendang seorang pemain lain di perut. Beberapa anggota staf pelatih juga disinyalir terlibat dalam perkelahian.
Presiden Dewa United, Ardian Satya Negara, menyatakan kekecewaannya menyusul insiden tersebut.
“Ini turnamen adalah tempat belajar bagi para pemain muda, bukan tempat untuk kekerasan,” katanya kepada Bola. “Klub memiliki tanggung jawab untuk mendidik tentang etika dan moralitas pemain, bukan hanya menekan mereka untuk menang dengan segala cara. Saya akan menuntut semua yang bertanggung jawab atas kekerasan. Biarkan ini menjadi pelajaran bagi semua orang.”
Menanggapi insiden itu, Sumardji, ketua Komite Tim Nasional, memastikan bahwa Alberto langsung diberhentikan dari skuad Indonesia U20. Pelatih kepala U20 Nova Arianto juga mengeluarkan peringatan keras, menyatakan bahwa tindakan disiplin ketat akan diambil terhadap pemain tersebut.
Alberto, yang berusia 20 tahun, dianggap sebagai salah satu prospek terbaik dalam sepakbola Indonesia, dengan mencatat prestasi dengan membantu skuad U17 nasional meraih tiket bersejarah ke Piala Dunia U17 tahun 2025. Selama turnamen tersebut, ia mencetak gol penentu dalam kemenangan 2-1 atas Honduras, mengamankan kemenangan pertama Indonesia dalam Piala Dunia U17.
Setelah penampilan impresifnya, pemain sayap muda tersebut segera dipanggil ke tim Indonesia U20, di mana diharapkan akan menjadi pemain kunci untuk masa depan. Namun, citra publiknya hancur setelah ledakan kekerasan yang tak terkendali ini.
Kekerasan telah menjadi masalah persisten dalam sepakbola Indonesia. Beberapa tim tamu bahkan diawal-awal dengan mobil lapis baja ke stadion lawan. Polisi anti huru-hara sering dikerahkan dalam pertandingan antara rival-rival yang sudah lama.




