Dalam konteks peningkatan paparan terhadap bahaya alam dan dampak perubahan iklim, negara-negara wilayah Sistem Integrasi Amerika Tengah (SICA) memperkuat kapasitas mereka untuk melindungi warisan budaya dari bencana, melalui penerapan alat teknis inovatif dan promosi kerjasama regional.
Dalam konteks ini, UNESCO, bekerja sama dengan Koordinasi Budaya dan Pendidikan Amerika Tengah SICA (CECC/SICA) dan dengan dukungan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR), telah mengembangkan pelatihan virtual bagi pelatih pada 24 dan 26 Maret 2026, yang difokuskan pada penerapan Scorecard for City Resilience: Cultural Heritage Annex, alat berharga untuk memperkuat integrasi budaya dalam manajemen risiko bencana.
Annex Warisan Budaya dari Scorecard, yang dikembangkan oleh UNDRR bekerja sama dengan UNESCO, memungkinkan pemerintah untuk mengidentifikasi kesenjangan, menilai kapasitas, dan merencanakan tindakan yang menggabungkan nilai warisan budaya ke dalam pencegahan bencana, kesiapsiagaan, dan pemulihan di konteks perkotaan, sesuai dengan Sendai Framework for Disaster Risk Reduction.
Workshop mengumpulkan sekitar 60 perwakilan dari kementerian kebudayaan, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil dari Belize, Kosta Rika, El Salvador, Guatemala, Honduras, Panama, dan Republik Dominika, yang menerima pelatihan praktis untuk penerapan alat ini di kota-kota kunci di wilayah tersebut.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program regional “Menguatkan Manajemen Risiko Bencana terkait dengan Warisan Budaya di Wilayah SICA,†yang dipromosikan oleh UNESCO sejak tahun 2024, bersama CECC/SICA dan Pusat Koordinasi untuk Pencegahan Bencana di Amerika Tengah (CEPREDENAC). Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan warisan budaya—baik yang berwujud maupun tidak berwujud—ke dalam kebijakan publik, sistem informasi, dan proses manajemen risiko lembaga, mempromosikan pendekatan preventif, inklusif, dan berbasis pengetahuan.
Amerika Tengah memiliki kekayaan warisan budaya, dengan 19 situs terdaftar dalam Daftar Warisan Dunia dan 16 elemen dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Manusia. Warisan ini bukan hanya merupakan warisan nilai universal yang luar biasa, tetapi juga sumber daya strategis untuk pembangunan berkelanjutan, kohe-si sosial, dan ketahanan komunitas. Namun, wilayah tersebut menghadapi ancaman berulang dari fenomena alam seperti badai, gempa bumi, banjir, dan letusan gunung berapi, yang dampaknya diperparah oleh faktor-faktor seperti perubahan iklim, urbanisasi yang tidak terencana, dan degradasi lingkungan. Dalam konteks ini, mengintegrasikan warisan budaya ke dalam strategi pengurangan risiko bencana penting untuk melindungi aset budaya, mata pencaharian, dan identitas komunitas.
Melalui program ini, UNESCO dan mitra-mitra regionalnya telah mempromosikan proses kolaborasi antar-lembaga yang luas, termasuk pemetaan pemangku kepentingan kunci, konsultasi teknis, dan forum dialog regional. Pada Agustus 2025, pertemuan tatap muka diadakan di San José, Kosta Rika, untuk mengidentifikasi kebutuhan dan prioritas regional dalam hal ini.
Workshop Scorecard merupakan langkah penting menuju konsolidasi kapasitas teknis di wilayah ini, dengan memberikan negara-negara alat dan kriteria yang diselaraskan secara praktis untuk memperkuat ketahanan kota dan komunitas mereka terhadap bencana.
Dengan inisiatif ini, UNESCO menegaskan komitmennya untuk mendukung Negara-Negara Anggota dalam menerapkan pendekatan terintegrasi yang mengakui peran sentral budaya dalam pengurangan risiko bencana, dan dengan demikian berkontribusi pada Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan dan membangun masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.




