Gotrade News – Indeks papan atas Indonesia IHSG ditutup 0,17% lebih tinggi pada 7.634 pada Jumat (17/4), melawan tren di bursa utama Asia. Peningkatan tersebut didorong oleh faktor domestik, dengan tujuh dari sebelas sektor berakhir di wilayah positif.
Key Takeaways: – IHSG naik 12,62 poin menjadi 7.634, didukung oleh 7 dari 11 sektor yang ditutup lebih tinggi – Sektor properti memimpin kenaikan sebesar 1,98%, diikuti oleh transportasi sebesar 1,59% – Pasar Asia jatuh secara luas karena ketidakpastian gencatan senjata AS-Iran membebani sentimen
Nilai perdagangan total mencapai Rp15,97 triliun ($928 juta) melintasi 41,05 miliar saham. Frekuensi perdagangan mencapai 2,33 juta transaksi, menurut data Bursa Efek Indonesia.
Bank Central Asia (BBCA) mendominasi aktivitas perdagangan dengan nilai Rp1,01 triliun dan 156,8 juta saham diperdagangkan. Saham ditutup pada Rp6.425 per saham.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyusul dengan transaksi Rp716,9 miliar dan 209,1 juta saham pada Rp3.430. Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan Rp581,8 miliar, ditutup pada Rp4.620 per saham.
Saham sektor properti mengalami kenaikan terbesar sebesar 1,98% di antara semua sektor. Indeks blue-chip LQ45 juga naik 0,2% menjadi 758,86.
Transportasi naik 1,59% dan infrastruktur mendapatkan 0,78%, sementara bahan konsumsi menambahkan 0,56%. Sektor-sektor yang berorientasi domestik ini mengambil manfaat dari permintaan lokal yang stabil meskipun ada hambatan global.
Sementara itu, pasar Asia berjuang di bawah beban perkembangan gencatan senjata AS-Iran yang tidak pasti. Nikkei Jepang turun paling tajam sebesar 1,75%, sementara Hang Seng Hong Kong turun 0,89%.
Shanghai Composite turun 0,10% dan Straits Times Singapura rugi 0,20%. Kapitalisasi pasar total IHSG mencapai Rp13,661 triliun ($794 miliar).
Sumber:





