Barcelona melewatkan kesempatan untuk mencapai semifinal Liga Champions hanya karena gol dari Atletico Madrid yang dicetak oleh Ademola Lookman. Pelatih Hansi Flick mengakui bahwa hasil akhir pertandingan akan berubah jika Barca bisa mencetak gol ketiga. Barca hanya menang 2-1 atas Atletico dalam pertandingan keduanya di babak perempat final di Stadion Metropolitano, Madrid, Rabu, 15 April 2026 WIB. Barca sebenarnya memiliki kesempatan untuk menambah gol saat Ferran Torres berhasil mencetak brace di babak kedua. Namun, gol itu dianulir karena ia berada dalam posisi offside. Sebelumnya, gelandang Fermin Lopez juga mendapat kesempatan bagus ketika menghadapi kiper Juan Musso. Namun, kesempatan itu tidak dimanfaatkan untuk membobol gawang Atletico. Setelah kehilangan bek Eric Garcia yang mendapat kartu merah karena mencegah Alexander Sorloth dari belakang, Barca kesulitan menambah gol. Meskipun mereka menang dalam pertandingan besar antara tim La Liga Spanyol ini, Barca masih tersingkir karena kalah 3-2 secara agregat. Hal ini tak lepas dari kekalahan 2-0 Barca dalam pertandingan pertama di kandang. “Kami tentu kecewa,” kata Flick dalam tanggapan atas kekalahan Barca sebagaimana dikutip oleh situs UEFA. “Kami sebenarnya menciptakan banyak peluang, terutama di babak pertama,” ujarnya lagi. “Kami juga punya kesempatan untuk mencetak gol ketiga. Alih-alih bisa menambah gol, malah kebobolan,” kata mantan pelatih timnas Jerman itu. Menurut Flick, penyelesaian akhir tim seharusnya lebih baik agar mampu menyelesaikan peluang yang ada. Apalagi, Barca sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Mereka berhasil mencetak dua gol dalam kurang dari 25 menit. Bahkan Lamine Yamal telah membobol gawang Musso saat pertandingan baru berjalan empat menit. Barca semakin percaya diri setelah menambah gol melalui Torres pada menit ke-24. Gol itu menyamakan agregat menjadi 2-2. Sayangnya, saat mengejar gol ketiga, gawang Joan Garcia bobol pada menit ke-31 dan akhirnya kalah 2-1. “Itu sepakbola. Kami seharusnya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Tapi ini lebih tentang mentalitas dan sikap. Tim memberikan segalanya. Para pemain telah melakukan pekerjaan yang sangat baik. Hanya saja itu tidak cukup untuk membawa kami lolos,” kata Flick. Sementara itu, gelandang Frenkie de Jong mengatakan tim membutuhkan keberuntungan saat bermain di Liga Champions. Pertanyaannya adalah, tim tidak diberkati dengan keberuntungan sehingga beberapa peluang yang seharusnya dapat dijadikan gol, gagal berbuah hasil. “Kami bermain sangat baik. Dan, kami memberikan segalanya. Tapi, saya pikir kami kurang beruntung. Di Liga Champions, terkadang Anda butuh keberuntungan,” kata De Jong. “Tentu ini bukan pencapaian yang memuaskan ketika kami tersingkir di perempat final. Karena kami ingin menang,” ujarnya. Gagal di Liga Champions, Barca memusatkan fokusnya pada kompetisi domestik. Ini adalah gelar terakhir yang masih bisa diraih karena Barca juga gagal dalam Copa del Rey. Namun, mereka telah memenangkan satu trofi dengan memenangkan Supercopa de Espana. Di kompetisi La Liga, Barca memiliki peluang besar untuk menjadi juara. Mereka masih memimpin klasemen dengan keunggulan sembilan poin atas rival terdekat, Real Madrid.
Beranda Olahraga Tradisional Barcelona Gagal di Liga Champions, Hansi Flick: Jika Anda Mencetak Gol Ketiga


