Para Ahli Merekomendasikan Larangan Ponsel Cerdas Bell-to-Bell di Sekolah

    77
    0
    Para Ahli Merekomendasikan Larangan Ponsel Cerdas Bell-to-Bell di SekolahPara ahli menyerukan pembatasan penggunaan ponsel cerdas siswa selama hari sekolah, dengan alasan kekhawatiran tentang gangguan, pembelajaran, dan kesehatan mental.NYC Hari ini

    Mayoritas pakar perkembangan anak dan kesehatan mental terkemuka telah memilih untuk membatasi akses siswa terhadap ponsel pintar sepanjang hari sekolah di sekolah K-12. Dewan Bukti Anak-anak dan Layar (Children and Screens Evidence Council) memberikan suara 7-2 untuk merekomendasikan pelarangan telepon pintar, dengan alasan kekhawatiran bahwa penggunaan telepon dapat melemahkan perhatian, mengganggu pembelajaran, berdampak pada dinamika kelas, dan mempengaruhi kesejahteraan siswa.

    Mengapa itu penting

    Pemungutan suara tersebut mencerminkan konsensus para ahli yang berkembang bahwa ponsel pintar dapat mengganggu tugas-tugas perkembangan inti seperti berpikir kritis, memusatkan perhatian, dan interaksi sosial tatap muka selama hari sekolah. Meskipun beberapa ahli menyerukan lebih banyak fleksibilitas dan penelitian, mayoritas berpendapat bahwa membatasi akses telepon dapat meningkatkan kinerja akademik, perilaku, dan lingkungan kelas secara keseluruhan.

    Detailnya

    Posisi Evidence Council tidak mengadvokasi undang-undang atau mandat tertentu, namun memberikan landasan berdasarkan bukti untuk membantu membimbing orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan. Para ahli yang memberikan suara mendukung menekankan bahwa kehadiran telepon saja dapat mengalihkan perhatian dan mengurangi kapasitas kognitif siswa. Mereka juga mencatat bahwa siswa mungkin menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah dengan menggunakan ponsel, menyita waktu dari pengajaran dan interaksi tatap muka. Beberapa ahli berpendapat bahwa membatasi paparan media sosial selama jam sekolah juga dapat mengurangi pemicu stres dan memberikan lebih banyak waktu untuk aktivitas yang lebih sehat dan hubungan dengan teman sebaya.

    • Dewan Bukti Anak dan Layar melakukan pemungutan suara mengenai posisi tersebut pada bulan April 2026.

    Para pemain

    Kris Perry

    Direktur Eksekutif Anak dan Layar.

    Dr.Dimitri Christakis

    Dokter anak dan anggota Dewan.

    Dr.Paul Weigle

    Psikiater anak dan remaja dan anggota Dewan.

    Dr Desmond Patton

    Anggota dewan yang memberikan suara menentang larangan bel ke bel secara universal.

    Punya foto? Kirimkan foto Anda di sini. ›

    Apa yang mereka katakan

    “Sekolah adalah tempat anak-anak belajar berpikir kritis, memusatkan perhatian secara mendalam, dan terhubung dengan teman sebayanya. Pemungutan suara ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran bahwa akses terhadap ponsel pintar selama masa sekolah dapat mengganggu tugas-tugas inti perkembangan tersebut, sekaligus mengakui pentingnya penerapan kebijakan-kebijakan ini.â€

    – Kris Perry, Direktur Eksekutif Anak-anak dan Layar

    “Waktu sekolah sangat berharga. Studi menunjukkan bahwa remaja menghabiskan 25 persen waktunya untuk ponsel. Saat-saat tersebut—baik saat kelas, waktu istirahat, atau makan siang—mengorbankan pembelajaran atau interaksi tatap muka. Pengalaman-pengalaman tersebut penting untuk mengembangkan pembelajaran anak-anak dan perolehan keterampilan sosial.â€

    – Dr. Dimitri Christakis, Dokter Anak dan anggota Dewan

    “Ponsel pintar merupakan pengalih perhatian yang sangat menarik dari tugas sekolah dan koneksi tatap muka. Kami tidak mengizinkan anak-anak merokok atau minum alkohol dan tidak dapat mengharapkan mereka untuk mengatur penggunaan ponsel cerdas. Larangan penggunaan ponsel pintar memberikan kelegaan bagi kaum muda dari gangguan yang memungkinkan mereka mencapai kesuksesan akademis, hubungan yang sehat, dan kesehatan mental yang lebih baik. Studi tentang pelarangan telah menunjukkan perbaikan pada lingkungan kelas, kinerja akademik, perilaku, dan kebutuhan akan dukungan kesehatan mental.â€

    – Dr. Paul Weigle, Psikiater anak dan remaja dan anggota Dewan

    “Kami belum memiliki bukti yang cukup jelas untuk mendukung larangan penggunaan ponsel pintar secara universal di semua sekolah K-12. Sekolah harus bermitra dengan universitas setempat, kelompok orang tua, dan siswa untuk mengumpulkan dan mengevaluasi data tentang kapan ponsel berbahaya, bagi siapa, dan kapan ponsel berguna, termasuk bagi siswa penyandang disabilitas atau dalam keadaan darurat.â€

    – Dr. Desmond Patton, anggota Dewan

    Apa selanjutnya

    Evidence Council berencana untuk terus mempelajari masalah ini dan memberikan panduan terkini seiring dengan tersedianya lebih banyak penelitian mengenai dampak kebijakan ponsel pintar di sekolah.

    Kesimpulannya

    Meskipun terdapat konsensus para ahli yang berkembang bahwa membatasi akses ponsel cerdas selama jam sekolah dapat bermanfaat bagi pembelajaran dan kesejahteraan siswa, penerapan kebijakan tersebut memerlukan pertimbangan yang cermat terhadap kebutuhan individu, konteks komunitas, dan evaluasi hasil yang berkelanjutan.