Peningkatan De-dollarization Terjadi di Indonesia: Rupiah Meningkat 163%
De-dollarization secara alami meningkat di Indonesia, karena penggunaan mata uang lokal, yaitu rupiah, telah meningkat sebesar 163% dari tahun ke tahun. Upaya untuk membatasi penggunaan dolar AS semakin meluas ke transaksi lintas batas pada tahun 2026. Perkembangan ini menunjukkan bahwa negara berkembang sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan mata uang lokal mereka dan tidak bergantung pada bantuan asing. Langkah ini juga dapat memperkuat GDP Indonesia dan meningkatkan konsumerisme.
Data menunjukkan bahwa dalam kerangka transaksi mata uang lokal (LCT), total pembayaran telah mencapai $8,45 miliar pada Januari–Februari 2026. Angka ini naik tajam dari $3,21 miliar dalam periode yang sama setahun sebelumnya. Pertumbuhan ini juga didukung oleh peningkatan jumlah pengguna, yang mencapai 14.621 pada Februari 2026. Jumlah pengguna bulanan rata-rata telah mencapai 16.030, yang jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 9.720. Hal ini menunjukkan bahwa de-dollarization tidak dipaksakan tetapi tumbuh secara organik.
Inisiatif De-Dollarization Indonesia Mengalami Lonjakan Penggunaan
Ferry Irawan, wakil koordinator manajemen dan pengembangan BUMN di Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa LTC sedang berkembang di semua sektor keuangan utama di seluruh Indonesia. “Pemanfaatan LCT telah meluas di semua sektor utama, termasuk manufaktur, listrik dan gas, transportasi, perdagangan, dan jasa. Hal ini menunjukkan peran LCT sebagai instrumen konkret untuk memperkuat rupiah dan mendukung aktivitas sektor nyata,” katanya. Indonesia meluncurkan LTC untuk mempromosikan rupiah dan membantu de-dollarization pada tahun 2018.
Upaya tersebut sekarang mulai membuahkan hasil, dan pembayaran dalam mata uang lokal berpindah ke enam negara. Mereka termasuk mitra perdagangan Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab (UEA). Hal ini memperkuat perjanjian bilateral dan mendorong komitmen regional dalam perdagangan dan keuangan. Mitra perdagangan beroperasi di luar zona dolar, memberikan jalan bagi de-dollarization untuk menguat.
De-dollarization dipromosikan melalui LTC, terutama dalam aktivitas ekspor-impor. “Melalui LCT, pemerintah berkomitmen untuk menyediakan fasilitas, insentif, dan proses yang disederhanakan bagi bisnis untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya transaksi, dan memperluas penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional,” kata Ferry.




