Beranda Olahraga Tradisional Pro dan Kontra dari Tim Nasional Israel Datang ke Indonesia, Siapa yang...

Pro dan Kontra dari Tim Nasional Israel Datang ke Indonesia, Siapa yang Membantah dengan Tegas?

28
0

Polemik kedatangan tim nasional Israel untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia U20 masih memanas di Indonesia. Acara sepak bola internasional ini akan diselenggarakan di Indonesia mulai 20 Mei hingga Juni. Pro dan kontra terhadap tim nasional Israel juga terlihat membagi para pemangku kepentingan menjadi dua kubu.

Sejumlah pejabat pemerintah, lembaga, dan organisasi dengan tegas menolak kehadiran tim nasional Israel. Penolakan dilakukan dengan alasan bersikap mendukung kemanusiaan, dipicu oleh konflik Israel-Palestina. Aksi penolakan juga dikatakan sebagai bentuk konsistensi Indonesia dalam membela Palestina.

Sementara ada pihak pro atau menerima kedatangan Israel karena. Alasan dari pihak pro adalah kerugian yang bisa didapat jika menolak kedatangan Israel hingga dijatuhi sanksi oleh FIFA. Alasan lain yang muncul adalah karena dapat menjadi peluang diplomasi untuk perdamaian Palestina dan Israel.

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) segera merespons polemik penolakan tim nasional Israel di Indonesia. Akibat dari polemik ini, undian babak penyisihan Piala Dunia U20 dibatalkan dan status tuan rumah terancam dipindahkan.

Pemerintah Indonesia dan PSSI terus melakukan lobi kepada FIFA untuk menemukan jalan keluar dari polemik ini. Namun, pro dan kontra terhadap tim nasional Israel masih santer terdengar di negara ini. Jadi siapa yang menolak kedatangan Israel?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara terbuka menyatakan bahwa ia menolak kedatangan Israel dalam Piala Dunia U20 yang digelar di Indonesia. Ganjar menentang Israel dari bersaing di Jawa Tengah atau Stadion Manahan Surakarta. Alasan pria berambut putih ini menolak Israel adalah karena komitmennya dan dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina.

Penolakan serupa juga dilakukan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster. Wayan Koster bahkan menulis surat kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) tentang sikapnya dalam menolak kedatangan Israel untuk bermain di Bali atau Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Penolakan terhadap Israel juga direspons oleh sejumlah organisasi massa, seperti MUI, FPI, Muhammadiyah Jawa Timur, Solo Raya Alination (Ansor), hingga Komite Penanggulangan Darurat Medis.

MUI berpendapat bahwa kehadiran Israel di Indonesia bisa menimbulkan masalah di masyarakat. Masyarakat masih menganggap Israel, yang merupakan negara Yahudi, merupakan okupasi terhadap Palestina. karena masalah ini sangat sensitif, kedatangan Israel sangat rentan memicu konflik di masyarakat.

Said Aqil Siradj, mantan Ketua Umum PBNU, juga secara terbuka menolak kehadiran Israel dalam Piala Dunia U20. Menurutnya, penolakan terhadap Israel adalah hal yang tidak bisa ditawar karena sudah tercatat dalam Alquran. Ia juga mengatakan bahwa sikap ini adalah konsistensi Indonesia dalam mendukung Palestina sebagai negara Islam yang berkonflik dengan Israel.

Penolakan terhadap Israel juga dengan tegas dikemukakan oleh sejumlah partai politik, seperti PDIP, PKS, PPP.

Muhammad Nasir Djamil, anggota Komisi III Fraksi PKS DPR RI, menolak kedatangan Isarel dalam pertandingan Piala Dunia U20. Nasir mengatakan bahwa penolakan bukan karena alasan agama, tetapi karena kemanusiaan dan kolonialisme. Nasir mengatakan bahwa fraksi PKS menolak tim Israel datang ke Indonesia sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap konstitusi.

Di balik banyak penolakan terhadap Israel, ada sejumlah pihak yang mendukung kehadiran Israel di Indonesia untuk Piala Dunia U20. Berikut daftar pihak yang mendukung kedatangan Israel.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak mempermasalahkan kedatangan tim nasional Israel ke Indonesia. Jusuf Kalla mengatakan bahwa acara Piala Dunia U20 sebenarnya merupakan momentum untuk mengenal Israel. Ia mengatakan bahwa dari situ Indonesia bisa lebih maju dan berperan aktif dalam menegakkan keadilan bagi rakyat Palestina.

Jusuf Kalla meyakini bahwa menerima kedatangan Israel di Piala Dunia U20 sebenarnya dapat membangun upaya perdamaian. Indonesia dapat berperan dalam memperjuangkan hak-hak Palestina, melalui dialog dengan Israel.

Yahya Cholil Staquf, ketua PBNU, juga tidak mempermasalahkan kedatangan tim nasional Israel ke Indonesia. Malah, ia mempertanyakan sikap penolakan oleh sejumlah pihak. Menurutnya, kedatangan Israel ke tanah air tidak merugikan posisi Palestina. Penolakan saja tanpa tindakan nyata juga tidak akan berguna.

Yahya Cholil mengatakan bahwa Indonesia harus meningkatkan kekuatan tawarannya di arena internasional. Dengan demikian, Indonesia semakin memiliki kekuatan untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Demikian sejumlah pro dan kontra terhadap tim nasional Israel yang akan berpartisipasi dalam Piala Dunia U20 yang direncanakan diadakan di Indonesia. Sejumlah pengamat sebenarnya menganggap bahwa dalam polemik tersebut terdapat persoalan atau kepentingan politik dalam negeri.

Tetap update dengan berita domestik terbaru dan berbagai berita luar negeri lainnya di VOI. Anda presentasikan berita terbaru dan terkini secara nasional dan internasional.