Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan bertemu dengan rekan sejawatnya Emmanuel Macron di Paris pada hari Selasa, hanya satu hari setelah berbicara dengan Vladimir Putin dari Rusia tentang minyak, kata pemerintah di Jakarta. Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Macron di Istana Elysee “untuk mendiskusikan peningkatan kerja sama strategis antara kedua negara,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam sebuah pernyataan. Pertemuan tatap muka tersebut juga dianggap sebagai momen penting bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan strategisnya tentang dinamika global, tambah Teddy, tanpa memberikan lebih banyak detail tentang agenda tersebut. Teddy mengatakan Prabowo bertemu selama lima jam dengan Putin di Kremlin pada hari Senin, langsung terbang dari ibu kota Rusia ke Paris. Dengan Putin, dia membicarakan “penguatan kemitraan strategis mereka, terutama di sektor energi, sumber daya mineral, dan pembangunan industri nasional,” kata Teddy. Prabowo, yang baru-baru ini melakukan perjalanan ke Korea Selatan dan Jepang, telah membenarkan serangkaian kunjungan luar negeri tersebut. “Saudara-saudara, ini untuk mengamankan minyak, saya harus pergi ke mana-mana,” kata dia dalam pidato kepada kabinetnya bulan ini. Seperti banyak negara lain, Indonesia mengalami tekanan dari lonjakan harga minyak global karena perang di Timur Tengah. Ekonomi terbesar di Asia Tenggara, di mana bahan bakar sangat disubsidi, adalah produsen minyak tetapi tetap menjadi pengimpor bersih. Bulan lalu, pemerintahan Prabowo mengumumkan pembatasan bahan bakar dan memberlakukan kebijakan kerja dari rumah satu hari dalam seminggu untuk pegawai negeri guna menghemat stok energi. Mereka berjanji tidak akan menaikkan harga bahan bakar tahun ini. Jakarta, sambil mempertahankan posisi diplomasi non-blok, tahun lalu bergabung dengan blok negara berkembang BRICS yang meliputi Rusia dan rekan pesaing AS, Tiongkok. Tetapi Prabowo juga telah menandatangani perjanjian perdagangan dengan Presiden AS Donald Trump dan bergabung dalam yang disebutnya “Dewan Perdamaian.”




