JAKARTA: Indonesia dan Amerika Serikat sedang mendiskusikan proposal untuk memberikan akses pesawat militer AS di atas wilayah udara Indonesia, kata kementerian pertahanan Indonesia pada hari Senin (13 April), menambahkan bahwa belum ada kesepakatan yang tercapai.
AS sedang mencari “akses tanpa batas semalam” untuk pesawat militer Amerika melalui wilayah udara Indonesia, beberapa media melaporkan pada hari Minggu, menambahkan bahwa Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah menyetujui proposal tersebut.
Proposal ini diduga akan memungkinkan akses penerbangan pesawat AS di wilayah udara Indonesia untuk operasi darurat, misi respons krisis, dan latihan militer yang disepakati bersama, melaporkan Sunday Guardian berbasis New Delhi pada 12 April.
Laporan itu kemudian diambil oleh beberapa media Indonesia, termasuk CNN Indonesia dan Jakarta Globe.
Dokumen lebih lanjut menunjukkan bahwa perjanjian tersebut mengikuti pertemuan pada bulan Februari antara Prabowo dan Presiden AS Donald Trump di Washington, di mana Prabowo dikabarkan menyetujui proposal untuk mengizinkan pesawat AS di wilayah udara Indonesia.
“Merekaikm burung pipit boleh transit saat pemberitahuan, sampai pemberitahuan penonaktifan lebih lanjut oleh Amerika Serikat,” menurut dokumen berjudul “Menjalankan Penerbangan US” yang diduga dikirim oleh Departemen Perang AS ke kementerian pertahanan Indonesia pada 26 Februari, seperti dilaporkan oleh Sunday Guardian.
Menanggapi laporan tersebut, kementerian pertahanan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kedua negara masih menyusun “Surat Pernyataan Niat”, dan bahwa hanya terdapat draf awal yang sedang dibahas secara internal. Draf tersebut tidak bersifat final atau mengikat, tambah kementerian.
Kementerian mengatakan bahwa kendali atas wilayah udara Indonesia berada di tangan Indonesia, menambahkan bahwa kesepakatan dengan negara lain akan melindungi kedaulatan Indonesia dan patuh pada hukum Indonesia.




