Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pertahanan Indonesia menepis klaim bahwa Amerika Serikat memiliki akses tak terbatas ke wilayah udara negara ini, dengan memastikan bahwa akses tersebut tetap berada di bawah kendali penuh pemerintah nasional.
“Kementerian memastikan bahwa wewenang, kontrol, dan pemantauan terhadap wilayah udara Indonesia sepenuhnya berada di bawah pemerintah Indonesia,” kata pejabat Kementerian Pertahanan Rico Ricardo Sirait dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.
Dia menyampaikan pernyataan tersebut sebagai respons terhadap laporan mengenai draf perjanjian antara Indonesia dan Amerika Serikat yang menyarankan pesawat AS akan memiliki akses penuh ke wilayah udara Indonesia.
Sirait mengatakan bahwa setiap rencana kerja sama pertahanan dengan negara lain dievaluasi dengan cermat dan harus memberi manfaat bagi Indonesia.
Perjanjian semacam itu harus memprioritaskan kepentingan nasional dan patuh terhadap hukum nasional dan internasional yang berlaku, tambahnya.
Jika dianggap tidak menguntungkan, pemerintah berhak menolaknya dan tetap mempertahankan kendali penuh kedaulatan.
“Setiap perjanjian akan tetap menjamin otoritas penuh Indonesia untuk menyetujui atau menolak kegiatan di wilayah udara nasional,” katanya.
Mengenai dokumen yang beredar, Sirait menekankan bahwa itu tidak bersifat final dan masih dalam tahap diskusi.
“Dokumen yang saat ini beredar adalah draf awal yang masih dalam tahap diskusi internal dan antar lembaga dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat,” katanya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang beredar.
Sirait menjamin bahwa seluruh kerja sama yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk memberikan manfaat bagi publik sambil tetap menghormati kedaulatan nasional.
“Indonesia terus mempertahankan kerja sama pertahanan yang didasarkan pada saling menghormati, kepercayaan, dan manfaat, tanpa mengorbankan kepentingan nasional dan kedaulatan,” tambahnya.
Berita terkait: Indonesia, Filipina perkuat kerja sama pertahanan Berita terkait: Indonesia menunggu kedatangan pesawat A400M kedua
Penerjemah: Walda Marison, Cindy Frishanti Octavia Editor: Anton Santoso Hak cipta © ANTARA 2026




