Beranda Olahraga Tradisional Debut pahit Roberto De Zerbi, Tottenham ke zona degradasi

Debut pahit Roberto De Zerbi, Tottenham ke zona degradasi

64
0

JAKARTA – Debut Roberto De Zerbi pahit ketika Tottenham Hotspur menderita kekalahan 1-0 melawan Sunderland dalam pertandingan Liga Premier Inggris di Stadium of Light, Minggu, 12 April 2026 WIB. Kekalahan membuat Tottenham gagal keluar dari zona degradasi. Hasil yang sangat mengecewakan. De Zerbi yang menjadi manajer ketiga dalam satu musim kompetisi menggantikan Igor Tudor memulai pertandingan dengan kekalahan. Hasil tersebut membuat Tottenham tetap berada di zona degradasi. Mereka menduduki posisi ke-18 atau tertinggi di zona itu dengan 30 poin. Dua poin di belakang West Ham yang berada di peringkat ke-17. Ini adalah pertama kalinya Tottenham berada di zona degradasi sejak Januari 2009. Ini juga tugas berat bagi De Zerbi untuk membawa Tottenham keluar saat kompetisi menyisakan enam pertandingan. Di sisi lain, Sunderland telah menempati posisi di tengah tabel setelah meraih kemenangan pertama mereka pada 2026. Mereka berhasil naik ke peringkat ke-10 dengan 46 poin. Hal yang sama dengan Brighton and Hove Albion, tetapi Black Cats masih kalah dalam selisih gol. Pada pertandingan tersebut, Tottenham berusaha tampil menyerang. Upaya mereka hampir berbuah hasil ketika bek sayap Pedro Porro mendapatkan peluang bagus di menit awal pertandingan. Selanjutnya, Lilywhites mendapatkan peluang lain untuk mencetak gol melalui Randal Kolo Muani. Hanya saja, dia gagal memanfaatkan umpan dari Richarlison karena tembakan nya bisa dengan mudah diamankan oleh Roefs. Sunderland juga memiliki peluang. Dilaporkan bahwa penyerang Brian Brobbey hampir mencetak gol. Hanya header Brobbey dari dekat dikawal oleh umpan silang Enzo Le Fee masih belum gagal. Tottenham juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan penalti menjelang akhir babak pertama. Insiden dimulai dengan Kolo Muani dijatuhkan oleh tackle Omar Alderete di kotak penalti. Wasit sebenarnya menunjuk ke titik putih. Namun, setelah meninjau insiden tersebut melalui VAR, tackle Alderete dinyatakan bersih sehingga penalti dibatalkan. Tidak ada gol yang diciptakan sepanjang babak pertama. Masuk babak kedua, Sunderland yang mendapat dukungan dari para suporter, bermain lebih agresif. Namun, tim yang dilatih oleh Regis Le Bris harus menunggu hingga menit ke-61. Dimulai dengan aksi bek Nordi Mukiele yang menguasai bola. Dia kemudian melepaskan tembakan keras ke arah gawang. Namun, bola mengenai kaki bek Micky van de Ven, yang membuat bola sedikit berbelok. Namun, itu mampu mengecoh kiper Kinsky yang gagal mengantisipasi bola. Gol itu mengubah skor menjadi 1-0 untuk Sunderland. Tottenham sebenarnya mencoba bangkit dan memberikan tekanan. Namun terjadi insiden saat bek Cristian Romero bertabrakan dengan rekan setimnya Kinsky. Akibat benturan keras, keduanya terjatuh dan harus menjalani perawatan. Mereka dirawat cukup lama hingga Romero dinyatakan tidak bisa melanjutkan pertandingan sehingga harus ditarik keluar. Sementara itu, Kinsky bisa melanjutkan bermain. Namun, kepalanya harus dibalut saat selesai pertandingan. Tidak ada gol tambahan yang tercipta karena Sunderland gagal menambah keunggulan. Begitu juga Tottenham tidak mampu menembus pertahanan tim tuan rumah sehingga skor akhir tetap 1-0. (Informasi dari sumber DigitalSiber.id)