Beranda Dunia ‘Tolong, mereka akan membunuhku’: Jeritan wanita UP terekam video saat ayah mertua...

‘Tolong, mereka akan membunuhku’: Jeritan wanita UP terekam video saat ayah mertua menyerangnya karena ‘2 bigha tanah, permintaan mahar Rs 20 lakh’ | Berita Kanpur – Waktu India

75
0
‘Tolong, mereka akan membunuhku’: Jeritan wanita UP terekam video saat ayah mertua menyerangnya karena ‘2 bigha tanah, permintaan mahar Rs 20 lakh’ | Berita Kanpur – Waktu India
Dugaan kasus kekejaman terkait mahar yang dilakukan ayah mertuanya yang pensiunan kereta api terhadap menantu perempuannya terungkap di Kanpur setelah video jeritan dan penyerangan wanita tersebut menjadi viral di media sosial.

KANPUR: Dugaan kasus kekejaman terkait mahar yang dilakukan ayah mertuanya yang pensiunan kereta api terhadap menantu perempuannya terungkap di Kanpur setelah video jeritan dan penyerangan wanita tersebut menjadi viral di media sosial. Wanita itu terlihat memohon bantuan, namun orang-orang di sekitar terlalu takut untuk turun tangan.Berdasarkan informasi, korban seorang perempuan asal Prayagraj menikah pada tahun 2020 dengan Himanshu Dubey asal kawasan Anand Nagar, Kanpur. Himanshu bekerja sebagai manajer IT di sebuah perusahaan sepatu, sedangkan ayahnya, Sushil Dubey, pensiun dari jabatan juru tulis di departemen kereta api.Korban menuduh mertuanya telah menuntut mahar yang besar sejak menikah, termasuk tanah 2 bigha dan uang tunai Rs 20 lakh. Setiap kali dia memprotes dan menolak memenuhi tuntutan tersebut, katanya, dia menjadi sasaran pemukulan, pelecehan, dan penyiksaan mental.Dia mengatakan ayah mertuanya Sushil Dubey, ibu mertua Rama, saudara ipar laki-laki (jeth) Abhishek, dan saudara ipar perempuan (jethani) Shruti secara kolektif melecehkannya.Beberapa hari lalu, korban mendatangi rumah ibunya. Pada hari Jumat, sekitar jam 2 siang, dia kembali ke rumah mertuanya bersama saudara laki-lakinya Rishikesh Pandey dan saudara ipar perempuan (bhabhi) Preeti Pandey. Begitu dia mengetuk pintu dan masuk, katanya, Sushil Dubey menjadi marah, melontarkan kata-kata kasar, dan menyerangnya tanpa provokasi.Korban menyatakan bahwa ayah mertuanya menjepitnya ke tanah dan secara brutal memukulinya dengan tendangan dan pukulan. Dia menuduh bahwa dia kemudian merobek pakaiannya dan menyerang bagian pribadinya.Ketika kakak iparnya dan tetangga terdekat mencoba melakukan intervensi, katanya, ayah mertuanya juga mengancam akan membunuh mereka. Dia lebih lanjut menuduh bahwa dia menjambak rambutnya dan menyeretnya dari dalam rumah ke jalan.Saat kejadian, wanita tersebut terus berteriak, “Selamatkan saya… mereka akan membunuh saya.â€Korban mengatakan putrinya yang berusia lima tahun hadir di rumah dan menyaksikan penyerangan tersebut. Dia juga menuduh mertuanya berkonspirasi untuk membunuhnya dan dia dikurung di dalam rumah.Dia mengatakan dia menderita luka dalam di beberapa bagian tubuhnya, namun keluarga tidak memberinya perawatan medis apa pun.Wanita tersebut mengajukan pengaduan ke polisi, namun awalnya tidak ada tindakan nyata yang diambil. Setelah mengetahui kejadian tersebut, ACP Chakeri Abhishek Kumar Pandey mengetahui masalah tersebut, mendaftarkan FIR, dan satu tersangka ditangkap.

Pemilihan

Bagaimana cara terbaik bagi masyarakat untuk memberikan dukungan kepada korban kekerasan dalam rumah tangga?

ACP menyatakan video kejadian tersebut juga sempat viral. Sekilas, video tersebut terlihat jelas sang ayah mertua sedang memukuli menantunya.