Home Indonesia Kalahkan Real Madrid, Barcelona Mempertahankan Piala Super Spanyol

Kalahkan Real Madrid, Barcelona Mempertahankan Piala Super Spanyol

0
2

Barcelona Pertahankan Gelar Piala Super Spanyol dengan Mengalahkan Real Madrid 3-2

Barcelona berhasil mempertahankan gelar Piala Super Spanyol atau Supercopa de Espana setelah mengalahkan Real Madrid 3-2 di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Senin, 12 Januari 2026 WIB. Pemain sayap Raphinha mencetak dua gol yang menjadi penentu kemenangan Barca dalam volume kedua El Clasico ini.

Barca membalas kekalahan ketika mereka bertemu kembali dengan rival abadi mereka. Pada volume pertama El Clasico dalam kompetisi LaLiga Spanyol, Barca harus mengakui keunggulan Madrid. Saat itu di markas Madrid di Stadion Santiago Bernabeu, Barca terpaksa menyerah 2-1.

Namun, pelatih Barca Hansi Flick sebenarnya memiliki catatan gemilang dalam El Clasico musim lalu. Dari empat pertemuan di kompetisi domestik, final Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol, Flick selalu berhasil mengungguli Carlo Ancelotti yang saat itu menangani Madrid dengan membawa Barca meraih kemenangan.

Sekarang, Madrid telah mengganti pelatih dan ditangani oleh Xabi Alonso. Skor kedua pelatih ini adalah 1-1. Namun, Flick sedikit lebih unggul karena Barca masih bertengger di puncak klasemen LaLiga. Sementara Madrid menguntit di posisi kedua dan terpaut empat poin.

Alonso sebenarnya berharap untuk memenangkan Supercopa de Espana serta trofi pertamanya sebagai pelatih Madrid. Jika ia menjadi juara, setidaknya ia dapat meningkatkan kepercayaan diri tim yang kesulitan mengejar Barca dalam kompetisi. Alonso juga mengalami tekanan setelah mendapatkan hasil yang mengecewakan di liga. Ironisnya, Alonso memiliki awal yang cemerlang dalam bulan-bulan awal kompetisi.

“Bagaimana pun cara Anda kalah, selalu menyakitkan. Terutama pertandingan ini berakhir imbang dan sangat ketat,” kata Alonso seperti yang dikutip oleh france24.

“Kami hampir sama kuat. Kami berjuang sampai akhir pertandingan. Kami ucapkan selamat kepada Barca,” ujarnya lagi.

Alonso layak merasa kecewa karena pertandingannya sangat ketat dan kedua tim bergantian untuk merobohkan gawang lawan. Berbeda dengan final Piala Super Spanyol musim lalu. Saat itu, Barca tampak mendapatkan kemenangan mudah 5-2 atas Los Merengues.

“Kami tentu sangat senang telah memenangkan trofi berikutnya. Bermain melawan Madrid masih merupakan pertandingan besar dan selalu ketat,” kata striker Robert Lewandowski, yang kembali menjadi starter dalam pertandingan besar ini.

“Kami bermain sangat baik di babak pertama. Begitu juga di babak kedua dan kami mencoba menambah gol. Namun akhirnya kami menang. Itulah yang penting,” kata Lewandowski.

Dalam pertandingan itu, baik Barca maupun Madrid menurunkan tim terbaik mereka. Bahkan Alonso menyertakan Kylian Mbappe yang sebelumnya absen dalam pertandingan semifinal karena belum pulih dari cedera lutut.

Sementara itu, Flick kembali memilih Lewandowski sebagai starter sehingga Ferran Torres duduk di bangku cadangan. Pemain sayap Lamine Yamal kembali menjadi pilihan utama. Saat menang melawan Athletic Bilbao di semifinal, Yamal hanya di turunkan di babak kedua.

Madrid sudah menyerang melalui Vinicius Junior. Hanya saja Vinicius Jr, yang belum mencetak gol dalam 16 pertandingan, hanya menjadi ancaman karena usahanya bisa digagalkan oleh kiper Joan Garcia.

Barca agak terlambat panas, tetapi mereka mampu mengejar permainan serangan Madrid. Bahkan, Blaugrana berhasil unggul saat Raphinha membuka kebuntuan pada menit ke-36. Gol tersebut datang ketika Raphinha, yang menerima umpan dari tengah lapangan, kemudian melakukan solo run ke area pertahanan Madrid. Begitu masuk kotak penalti, pemain tim nasional Brasil itu melepaskan tendangan keras ke sisi kiri gawang tanpa dapat dijangkau oleh kiper Thibaut Courtois.

Hanya keunggulan Barca tidak bertahan lama. Vinicius Jr, sesama negara Raphinha, berhasil menyamakan skor sebelum turun minum. Dia memiliki momen memamerkan aksi bek Jules Kounde sebelum merobek gawang Barca.

Skor berubah 1-1 dan pertandingan semakin panas sebelum turun minum. Tidak heran, sesaat kemudian atau tepatnya menit 45+2, Lewandowski yang bekerja sama dengan Pedri berhasil mengalahkan kiper Courtois. Striker tim nasional Polandia itu melepaskan tembakan yang tidak bisa dijangkau oleh Courtois sehingga skor berubah menjadi 2-1.

Madrid menolak menyerah meskipun sudah berakhir 45 menit pertama. Hanya dua menit kemudian, giliran Gonzalo Garcia yang merobek gawang Barca. Berawal dari tendangan sudut dan bek Dean Huijsen meloncat tinggi untuk menyambut bola dengan sundulan.

Namun, bola mengenai mistar gawang sehingga memantul. Bola liar segera disambut oleh Garcia yang berada dalam posisi sulit untuk menendang ke gawang. Bola mengenai mistar gawang sebelum masuk ke gawang. Skor berubah menjadi 2-2 dan bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, intensitas pertandingan sedikit menurun. Kedua tim hanya menciptakan beberapa peluang. Barca akhirnya memanfaatkan saat Raphinha mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol.

Dari luar kotak penalti, ia melepaskan tendangan keras yang mengenai bek Raul Asencio, sehingga bola sedikit berbelok dan kiper Courtois tidak bisa berbuat apa-apa.

Dalam kondisi tertinggal 3-2, Alonso menyertakan Mbappe dengan harapan menyamakan skor dan menjadi senjata utama jika terjadi adu penalti.

Tetapi harapan Alonso tidak terwujud. Mbappe hanya menyebabkan gelandang Frenkie de Jong diusir keluar karena pelanggaran terhadap kapten Prancis itu.

Mbappe gagal membobol gawang Barca dan skor 3-2 tetap bertahan hingga akhir pertandingan. Barca juga memperpanjang rekor sebagai tim yang paling banyak memenangkan Piala Super Spanyol untuk kali ke-16.