AC Milan hampir kalah ketika penalti menit terakhir Genoa gagal. Milan juga menutup pertandingan dengan skor imbang 1-1 dalam pertandingan Serie A Italia di Stadion San Siro, Jumat, 9 Januari 2026 dini hari WIB.
Ini merupakan kekecewaan bagi Genoa yang seharusnya bisa menciptakan kejutan ketika mengunjungi markas Milan. Mereka unggul dan seharusnya memenangkan pertandingan. Namun, dua insiden di masa injury time membuat Genoa kehilangan dua poin.
Kegagalan Genoa dimulai ketika Rafael Leao berhasil mencetak gol yang menyamakan skor saat ada krisis di depan gawang. Gol Leao tercipta pada menit ke-90 +2.
Setelah gol tersebut, Genoa justru terus bermain secara ofensif. Akibatnya, tim tamu mendapatkan penalti saat David Bartesaghi menjatuhkan Mikael Ellertsson di kotak penalti. Wasit langsung menunjuk titik putih yang kemudian mendapat protes dari kiper Mike Maignan. Protes keras kiper tim nasional Prancis itu juga berujung pada kartu kuning.
Wasit kemudian memeriksa insiden tersebut melalui VAR. Setelah memeriksa insiden tersebut selama beberapa menit, wasit tetap kuat dalam keputusannya untuk memberikan penalti kepada Genoa.
Penalti dieksekusi oleh Nikolae Stanciu. Namun, sepakannya melambung di atas mistar gawang, menggagalkan peluang Genoa untuk menang. Kegagalan penalti membuat para pemain Milan bersuka cita karena mereka berhasil menghindari kekalahan.
“Pertandingan ini adil. Mereka [Milan] tidak pantas kalah di babak kedua. Di sisi lain, kami pantas menang. Di babak pertama, kami menunjukkan diri sebagai tim yang kuat. Namun, kami harus kecewa mengakhiri pertandingan seperti ini,” kata pelatih Genoa Daniele De Rossi seperti dikutip oleh Football Italia.
Mengenai pertimbangan menunjuk Stanciu sebagai eksekutor penalti, De Rossi menyatakan bahwa biasanya Ruslan Malinovskyi dan Aaron Martin yang melakukannya. Hanya saja, keduanya ditarik keluar ketika Genoa mendapat penalti.
“Kami memang memiliki dua eksekutor penalti, Malinovskyi dan Martin. Tapi saya memilih Stanciu. Itu adalah pilihanku [ketika Stanciu mengeksekusi] karena dia sering melakukannya dalam latihan. Tendangannya juga keras. Itu adalah pilihan yang masuk akal. Sayangnya dia gagal,” kata De Rossi.
Pertandingan sendiri berjalan ketat. Milan, yang bermain di kandang, sebenarnya mengalami kemunduran melawan permainan ofensif Genoa yang terlihat mudah.
Bahkan Genoa berhasil unggul ketika striker Lorenzo Colombo, yang tidak dijaga, menyambut umpan Malinovskyi. Pemain Milan 23 tahun yang dipinjamkan ke Genoa itu menolak merayakan gol.
Ketika Genoa hampir mendapatkan tiga poin, Leao berhasil menghentikannya. Itu dimulai dari tendangan sudut Luka Modric dan kemudian terjadi kekacauan serta Leao melanjutkan dengan sundulan yang merobek gawang lawan.
Skor menjadi 1-1 dan bertahan hingga akhir pertandingan setelah Stanciu gagal menyelesaikan penalti pada menit 90+9. Pelatih Milan Massimiliano Allegri mengatakan para pemain tidak cukup sabar sehingga mereka tidak bisa memanfaatkan banyak peluang yang tercipta.
“Anda harus menerima apa pun hasilnya. Kami harus bersikap positif dari hasil pertandingan ini. Mereka memang bermain dengan baik dan mengunci permainan kami. Tapi di babak kedua intensitas mereka menurun. Di sisi lain, permainan kami lebih baik,” kata Allegri.
“Pertandingan ini mengajari kita, terutama dalam hal kedewasaan, jika kita ingin mencapai target kami, yaitu finis di empat besar. Kami harus meningkatkan diri. Kami tidak cukup sabar dan terburu-buru,” katanya lagi.
Hasil imbang membuat Milan tetap berada di posisi kedua dengan 39 poin. Selisih satu poin di depan Napoli di posisi ketiga. Hanya Rossoneri gagal untuk menutupi selisih di puncak klasemen, Inter Milan. Rival kota satu ini telah mengumpulkan 42 poin setelah menang 2-0 atas Parma.
Sementara itu, Genoa gagal untuk menjauh dari zona degradasi. Mereka tetap berada di posisi 17 dengan 16 poin. Genoa hanya unggul tiga poin dari Hellas Verona, yang berada di posisi 18 atau di atas tim zona merah.





