Beranda Perang Militer Memperkuat Operasi Anti

Militer Memperkuat Operasi Anti

45
0

Anggota parlemen AS memberikan kredit kepada Trump atas aksi serangan, memperingatkan teroris yang menargetkan umat Kristen

Markas Pertahanan (DHQ), bekerjasama dengan Komando Afrika Amerika Serikat (AFRICOM), telah memperkuat operasi melawan militan ISIS di Nigeria bagian Timur Laut, dengan serangan udara baru yang dilaporkan membunuh lebih dari 20 pejuang di wilayah Metele, Borno State.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kemarin, Direktur Informasi Pertahanan, Mayjen. Samaila Uba mengatakan serangkaian serangan udara tersebut mengikuti pengamatan konvergensi dan pergerakan elemen teroris di wilayah tersebut.

Menurutnya, operasi tersebut mengakibatkan pembunuhan lebih dari 20 pejuang ISIS/ISWAP.

Uba mengatakan operasi terbaru ini mengikuti pembunuhan komandan ISIS, Abu-Bilal al-Minuki, pada hari Sabtu dan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membongkar jaringan teroris dan menolak insurgensi menjadi tempat persembunyian di Nigeria.

“Operasi yang sedang berlangsung adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengganggu jaringan teroris, mengeluarkannya dari medan perang, dan menolak teroris tempat persembunyi di Nigeria,” kata beliau.

“Angkatan Bersenjata Nigeria akan terus mempertahankan kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara ini secara agresif. Teroris yang mengancam warga negara, komunitas, dan stabilitas nasional kita akan ditemukan dan dikalahkan.

“Tidak akan ada tempat persembunyian untuk teroris di mana pun di Nigeria,” tambah pernyataan tersebut.

Sementara itu, seorang anggota kongres Amerika Serikat, Riley Moore, memberikan kredit kepada Presiden Donald Trump atas perintah operasi bersama Nigeria-Amerika yang membunuh Abu-Bilal al-Minuki, yang dijelaskan sebagai wakil pertama ISIS secara global.

Moore, seorang anggota kongres dari Partai Republik dan anggota Komite Alokasi Dana Rumah, membuat pernyataan tersebut selama wawancara di NewsNation dengan pembawa acara Anna Kooiman pada hari Minggu, di mana beliau membahas serangan tersebut dan isu lebih luas tentang penindasan agama di Nigeria bagian Timur Laut.

“Presiden Trump sangat fokus dalam mempertahankan saudara-saudara kita umat Kristen di Nigeria dari pembantaian dan syahid yang mereka hadapi oleh teroris Islam radikal,” tulis Moore di akun X miliknya kemarin beserta klip wawancara.

“Serangan terhadap Abu-Bilal al-Minuki, peringkat 2 ISIS secara global, mengirimkan pesan jelas: mereka yang menargetkan umat Kristen tak bersalah akan diburu dan dibawa ke pengadilan. Jangan mencoba keteguhan Presiden Trump,” tambahnya.

Moore mengatakan keterlibatan pemerintahan dengan Nigeria telah meningkat setelah Trump menetapkan negara tersebut sebagai negara yang memerlukan perhatian khusus pada 31 Oktober tahun lalu.

Beliau juga menyatakan bahwa Trump secara pribadi memerintahkan dirinya untuk menyelidiki situasi tersebut.