Beranda Perang ICC Mencari Surat Perintah Penangkapan Rahasia untuk Pejabat Israel saat Penyelidikan Kejahatan...

ICC Mencari Surat Perintah Penangkapan Rahasia untuk Pejabat Israel saat Penyelidikan Kejahatan Perang Meluas

40
0

Pengadilan Pidana Internasional telah meminta surat perintah penangkapan yang ditutup untuk sejumlah pejabat Israel yang tidak disebutkan jumlahnya, menurut sumber diplomatik yang dikutip dalam laporan tersebut. Surat perintah tersebut dikabarkan difokuskan pada dua politisi Israel dan tiga pejabat Israel Defense Forces (IDF), meskipun rincian tentang waktu dan identitas semua target tetap dirahasiakan. Pengembangan ini datang di atas surat perintah yang sebelumnya dikeluarkan pada November 2024 terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, yang terkait dengan tuduhan terkait perang Gaza.

Laporan sebelumnya telah menyarankan bahwa jaksa pengadilan pertimbangkan untuk memperluas penyelidikan terhadap figur senior Israel lainnya, termasuk Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, terutama terkait dengan kebijakan perluasan pemukiman di Tepi Barat. Kasus-kasus potensial tersebut berpusat pada apakah tindakan-tindakan tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional, termasuk ketentuan Konvensi Jenewa mengenai transfer penduduk ke wilayah yang diduduki.

Para ahli hukum yang dikutip dalam laporan mencatat bahwa ICC tidak memiliki persyaratan untuk memberitahu tersangka sebelum mengeluarkan surat perintah penangkapan, dan bahwa keputusan apakah akan membuat surat perintah tersebut menjadi publik dapat bergantung pada pertimbangan strategis seperti upaya pencegahan atau peningkatan kemungkinan penangkapan. Seorang profesor hukum internasional publik di Universitas Tel Aviv berpendapat bahwa kerahasiaan dapat mengurangi risiko tersangka menghindari yurisdiksi di mana mereka mungkin dihadapkan pada penahanan, sementara pengungkapan publik mungkin melayani tujuan pencegahan yang lebih luas.

Jaksa Agung pengadilan Karim Khan juga menghadapi tekanan politik dan institusional, termasuk laporan tentang penangguhan sementaranya menyusul keluhan terpisah. Sementara itu, ICC sendiri telah menarik perhatian internasional dan tekanan sanksi dari Amerika Serikat, dengan para kritikus berpendapat bahwa langkah-langkah tersebut dapat memengaruhi keputusan seputar penerbitan surat perintah.

Konteks hukum yang lebih luas termasuk temuan ICC sebelumnya bahwa ada alasan yang cukup untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Gallant atas dugaan kejahatan perang di Gaza, termasuk tuduhan seperti kelaparan massal, penindasan, pembunuhan, dan pengaturan serangan terhadap warga sipil. Pengadilan juga telah memperkuat bahwa penerimaan Israel terhadap yurisdiksinya tidak diperlukan bagi ICC untuk melanjutkan penyelidikan dan aplikasi surat perintah, menolak banding Israel sebelumnya yang menantang otoritasnya.

Sejak serangan Hamas tanggal 7 Oktober, baik Smotrich maupun Ben-Gvir telah dilarang masuk ke beberapa negara, termasuk beberapa negara Eropa dan negara-negara Persemakmuran, mencerminkan perpecahan internasional yang semakin meningkat terkait kebijakan pemerintah Israel. Secara paralel, laporan diplomatik menyarankan bahwa langkah terbaru ICC menandakan fase penyelidikan yang semakin meluas dan semakin rahasia yang bisa memperkeruh ketegangan antara pengadilan, Israel, dan sekutunya internasional.