Beranda Perang Pasukan Tentara, aset transportasi dikerahkan untuk operasi HADR Wali Kota

Pasukan Tentara, aset transportasi dikerahkan untuk operasi HADR Wali Kota

190
0

Diterbitkan pada 7 Mei 2026 pukul 01:09 siang

Angkatan Darat Filipina (PA) pada hari Kamis mengatakan bahwa pasukan dan aset transportasi telah dikerahkan ke komunitas yang sangat terkena dampak dari letusan abu berat Gunung Mayon di Albay pada 2 Mei lalu.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Angkatan Darat Kol. Louie Dema-ala mengatakan pasukan dan aset dari Divisi Infanteri ke-9 dikerahkan di Camalig, Guinobatan, Kota Legazpi, Kota Ligao, dan Malilipot pada 5 Mei lalu.

Unit-unit ini termasuk Batalyon Infanteri ke-31 yang memiliki tiga unit tanggap bencana (DRUs) yang terdiri dari 23 prajurit dan anggota Aktivitas Bala Bantuan Angkatan Bersenjata Warga (CAFGU), serta tiga kendaraan di Barangay Salugan, Camalig, Albay, katanya.

“Sementara itu, Batalyon Infanteri ke-49 telah mendeploy DRU dengan lima personel terdaftar, empat anggota CAA, dan satu kendaraan di Guinobatan, ditambah hubungan di Legazpi, Guinobatan, dan Kota Ligao,” ungkap Dema-ala.

Selain itu, Dema-ala mengatakan Divisi Infanteri ke-9 memiliki 22 DRU siaga, siap untuk memperkuat unit yang dikerahkan melawan aktivitas gunung berapi yang mungkin memburuk.

“Hingga saat ini, lebih dari 4.000 paket makanan telah didistribusikan sebagai bagian dari gelombang bantuan awal kepada penduduk yang terkena dampak dan tergusur oleh ketidaknyamanan gunung berapi di sembilan kabupaten dan kota Albay, termasuk Guinobatan, Camalig, Daraga, Tabaco, Malilipot, Legazpi, Ligao, Santo Domingo, dan Bacacay,” katanya.

Ketidaknyamanan gunung berapi Gunung Mayon masih ditandai oleh emisi abu intermiten, aliran lava, dan ancaman Arus Guguran Densitas Pirolastik atau “uson” dan aliran lava, terutama di dalam zona bahaya permanen pada saat ini.

“Operasi bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana PA melibatkan pasukan yang beroperasi secara penuh dalam kemitraan dengan kantor-kantor tanggap bencana lokal dan unit-unit pemerintah lainnya untuk memastikan keselamatan rakyat Filipina di masa ketidaknyamanan dan krisis,” ujar Dema-ala.

Tentara Filipina (AFP) juga menyatakan terus menambah operasi HADR-nya di daerah terkena dampak.

“AFP bekerja sama dengan lembaga mitra untuk memastikan layanan penting tetap dapat diakses, termasuk menjaga jalan yang dapat dilalui dan mendukung operasi pembersihan yang sedang berlangsung di area yang terpengaruh abu,” kata juru bicara AFP Kol. Francel Margareth Padilla dalam pesan terpisah.

“Pertolongan terus mencapai keluarga yang terkena dampak baik di dalam maupun di luar pusat evakuasi,” katanya.