Ukraina menekankan perlunya penghentian segera seluruh operasi militer di dekat fasilitas nuklir, yang menimbulkan risiko bencana nuklir di tengah perang Rusia.
Hal ini dikemukakan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Oleksandr Mishchenko dalam acara di markas besar PBB yang didedikasikan untuk keselamatan nuklir dan peringatan 40 tahun bencana Chornobyl.
Pejabat tersebut menekankan bahwa perang kriminal Rusia terhadap Ukraina menimbulkan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap keselamatan nuklir, terutama akibat insiden di area Chornobyl, serta ancaman terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia.
Dia mengingat serangan terarah oleh drone Rusia ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chornobyl, yang merusak penyimpanan baru yang aman.
“Semua tindakan militer di dekat fasilitas nuklir harus segera dihentikan. Kerusakan pada fasilitas tersebut dapat membatalkan puluhan tahun upaya internasional di bidang keselamatan nuklir,” kata Mishchenko.
Wakil Menteri Luar Negeri menekankan bahwa risiko penyebaran radiasi tidak mengenal batas, dan konsekuensi dari kecelakaan adalah tanggung jawab bersama masyarakat internasional.
Dia menyatakan bahwa Chornobyl telah merancang landasan untuk pengembangan mekanisme internasional kunci di bidang keselamatan nuklir, termasuk sistem peringatan dini untuk kecelakaan dan kerjasama yang ditingkatkan dengan IAEA.
Mishchenko juga menyoroti peran PBB dan mitra internasional dalam mengatasi konsekuensi bencana, memantau tingkat radiasi, memberikan dukungan medis dan ilmiah kepada wilayah yang terkena dampak, serta pemulihan jangka panjang.
Dia menekankan bahwa rezim Putin berusaha untuk membuat Ukraina menyerah, tetapi Ukraina tidak akan pernah menyerah berkat tentara Ukraina, kekuatan rakyatnya, dan solidaritas internasional.
Sebuah pameran yang menandai peringatan bencana Chornobyl telah dibuka di markas besar PBB.
Foto: Volodymyr Ilchenko / Ukrinform
Lebih banyak foto kami tersedia untuk dibeli di sini.




