Beranda Indonesia Indonesia berkabung atas kematian seorang prajurit TNI lainnya di Lebanon

Indonesia berkabung atas kematian seorang prajurit TNI lainnya di Lebanon

37
0

Jakarta (ANTARA) – Indonesia berduka atas meninggalnya Pratu Rico Pramudia, seorang penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas dengan UNIFIL, yang mengalami luka parah akibat ledakan artileri oleh tank Israel dekat Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.

Pasca serangan tersebut, Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa pemerintah Indonesia – melalui koordinasi yang erat dan intensif dengan UNIFIL, pemerintah Lebanon, dan tim medis di Beirut – telah memastikan bahwa perawatan medis yang cepat dan optimal diberikan.

“Segala langkah yang memungkinkan telah diambil. Namun, karena keparahan lukanya, dia meninggal meskipun semua upaya dilakukan untuk menyelamatkan nyawanya,” ujar Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam sebuah pernyataan pada Jumat (24 April).

Selain menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, pemerintah juga menyatakan penghormatan tertinggi atas dedikasi dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian internasional.

“Pemerintah terus melakukan koordinasi erat dengan UNIFIL untuk memastikan pemulangan jenazah dilakukan dengan cepat dan sepenuh kemuliaan,” catat kementerian tersebut.

Indonesia sekali lagi mengutuk serangan oleh Israel yang mengakibatkan kematian seorang penjaga perdamaian Indonesia. Setiap serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

Indonesia mengulangi panggilan kepada PBB untuk melakukan penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk menetapkan fakta-fakta dan menekankan bahwa akuntabilitas penuh harus dipastikan.

“Keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian PBB tidak bisa dinegosiasikan. Oleh karena itu, Indonesia juga terus melakukan koordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan dan polisi lainnya (TPCCs) untuk memperkuat perlindungan bagi penjaga perdamaian, termasuk melalui evaluasi komprehensif terhadap keselamatan dan keamanan mereka, serta peningkatan langkah mitigasi risiko di area operasi UNIFIL,” demikian Kementerian Luar Negeri menyatakan.

Angkatan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) sebelumnya mengatakan seorang penjaga perdamaian Indonesia meninggal setelah menderita luka parah dalam serangan di selatan Lebanon akhir Maret, menjadi korban terbaru di tengah ketegangan yang meningkat.

Dalam keterangan pada X yang dikutip ANTARA Jumat, UNIFIL mengatakan Pratu Rico Pramudia, 31 tahun, meninggal setelah hampir sebulan menjalani perawatan di rumah sakit di Beirut akibat luka kritis yang diderita dalam insiden tersebut.

Dengan meninggalnya Pratu Rico, Indonesia telah kehilangan empat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dengan UNIFIL di selatan Lebanon dalam sebulan terakhir.

Prajurit TNI sebelumnya yang tewas adalah Pratu Farizal Rhomadhon, yang meninggal akibat serangan artileri pada 29 Maret, dalam insiden yang sama yang awalnya melukai Pratu Rico.

Pada 30 Maret, dua personel TNI, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Mayor Muhammad Nur Ikhwan, tewas ketika konvoi pasukan yang mereka amankan diserang.

Serangkaian serangan yang terjadi pada 29-30 Maret dan 3 April juga melukai tujuh prajurit TNI, selain Pratu Rico yang telah meninggal.

Berita Terkait: Indonesia menganggap keselamatan penjaga perdamaian PBB sebagai hal yang tidak bisa dinegosiasikan

Berita Terkait: DPR mendesak audit penjaga perdamaian setelah kematian Indonesia di UNIFIL

Berita Terkait: Indonesia mengucapkan belasungkawa atas kematian penjaga perdamaian UNIFIL asal Prancis

Translator: Yashinta Difa Editor: Azis Kurmala Copyright © ANTARA 2026