Dana darurat untuk membayar pekerja TSA selama penutupan sebagian pemerintah sudah hampir habis, meningkatkan kekhawatiran akan pengulangan penutupan yang berpotensi menyebabkan penundaan bandara dan waktu tunggu keamanan yang lama. Hari Jumat dilaporkan menandai gaji penuh terakhir bagi pekerja TSA yang menggunakan dana darurat senilai $10 miliar yang disahkan oleh Presiden Donald Trump bulan lalu. Pekan ini, Menteri Keamanan Dalam Negeri Markwayne Mullin mengatakan dana dari dana tersebut akan habis pada awal Mei. Dengan tidak adanya kesepakatan pendanaan permanen untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), agen TSA mungkin sekali lagi menghadapi pekerjaan yang tidak dibayar. Selama periode terakhir tanpa bayaran, banyak agen yang dinyatakan sakit, menyebabkan gangguan di bandara dan waktu tunggu berjam-jam di jalur keamanan. Namun, upaya untuk mendapatkan sumber pendanaan lain masih terhenti. Senat Partai Republik minggu ini memberikan suara untuk menyetujui $70 miliar untuk mendanai ICE dan Bea Cukai dan Patroli Perbatasan (CBP). RUU tersebut masih memerlukan persetujuan DPR. Sebelumnya, Senat juga meloloskan rancangan undang-undang terpisah untuk mendanai sepenuhnya DHS, termasuk TSA dan FEMA, namun anggota DPR dari Partai Republik menolak untuk melakukan pemungutan suara sampai ada kemajuan dalam pendanaan ICE dan CBP. DPR saat ini sedang tidak melakukan sidang sehingga menimbulkan ketidakpastian apakah RUU pendanaan ICE dan Patroli Perbatasan akan dianggap sebagai kemajuan. Kejelasan lebih lanjut mungkin akan muncul ketika anggota parlemen kembali pada hari Senin. Simak kabar terbaru mengenai penutupan DHS:
Dana darurat untuk membayar pekerja TSA selama penutupan sebagian pemerintahan hampir habis, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan terulangnya penutupan yang disertai dengan potensi penundaan bandara dan waktu tunggu keamanan yang lama.
Hari Jumat dilaporkan menandai gaji penuh terakhir bagi pekerja TSA yang menggunakan uang darurat senilai $10 miliar yang disahkan oleh Presiden Donald Trump bulan lalu.
Pekan ini, Menteri Keamanan Dalam Negeri Markwayne Mullin mengatakan dana dari dana tersebut akan habis pada awal Mei.
Dengan tidak adanya kesepakatan pendanaan permanen untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), agen TSA mungkin sekali lagi menghadapi pekerjaan yang tidak dibayar. Selama periode terakhir tanpa bayaran, banyak agen yang menyatakan sakit, sehingga menyebabkan gangguan di bandara dan waktu tunggu berjam-jam di jalur keamanan.
Namun, upaya untuk mendapatkan sumber pendanaan lain masih terhenti. Senat Partai Republik minggu ini memberikan suara untuk menyetujui $70 miliar untuk mendanai ICE dan Bea Cukai dan Patroli Perbatasan (CBP). RUU tersebut masih memerlukan persetujuan DPR.
Sebelumnya, Senat juga meloloskan rancangan undang-undang terpisah untuk mendanai sepenuhnya DHS, termasuk TSA dan FEMA, namun anggota DPR dari Partai Republik menolak untuk melakukan pemungutan suara sampai ada kemajuan dalam pendanaan ICE dan CBP.
DPR saat ini sedang tidak melakukan sidang sehingga menimbulkan ketidakpastian apakah RUU pendanaan ICE dan Patroli Perbatasan akan dianggap sebagai kemajuan. Kejelasan lebih lanjut mungkin muncul ketika anggota parlemen kembali pada hari Senin.
Tonton berita terbaru tentang penutupan DHS:


