Menteri Pertahanan Pete Hegseth melancarkan kritik kepada sekutu Amerika pada hari Jumat karena tidak berkomitmen mengirimkan pasukan angkatan laut untuk memaksa kembali Selat Hormuz setelah Iran menutup jalur air utama tersebut sebagai balasan atas serangan Amerika-Israel.
**Context: Hegseth’s comments to the Pentagon regarding the situation in the Strait of Hormuz**
Fact Check: The information about Hegseth’s comments is accurate, but readers should be aware of possible biases or political motivations in the statements.
Selama pengumuman di Pentagon bersama Jenderal Staf Gabungan Dan Caine, Hegseth menyiratkan bahwa negara-negara Eropa dan Asia tidak cukup bersyukur atas perang yang dipimpin Amerika, yang ia sebut sebagai “hadiah bagi dunia” dari Presiden Donald Trump, merujuk pada tujuan pemerintahan dalam mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
“Ini adalah misi berani dan berbahaya… berkat seorang presiden yang berani dan bersejarah,” kata Hegseth.
Menteri pertahanan tersebut mengklaim bahwa “blokade yang bulat” Angkatan Laut AS di pelabuhan Iran akan “menjadi global” dan “semakin ketat setiap jam” untuk mencegah kapal Iran masuk atau keluar dari perairan teritorial Iran tanpa izin AS.
Pada saat yang sama, ia menuduh pasukan Iran “bertindak seperti teroris” dengan mencoba memberlakukan blokade sendiri terhadap jalur air terhadap “kapal acak” dan meletakkan “ranjau yang tidak terarah” di selat tersebut.





