Beranda Indonesia Indonesia, Prancis Tingkatkan Hubungan Budaya dalam Percakapan Paris

Indonesia, Prancis Tingkatkan Hubungan Budaya dalam Percakapan Paris

32
0

Jakarta (ANTARA) – Indonesia dan Prancis pada hari Kamis telah meresmikan kerangka kerja sama budaya komprehensif setelah pertemuan menteri tingkat tinggi di Paris, yang bertujuan untuk kemajuan sistemik dalam pelestarian warisan, industri kreatif, dan transformasi digital.

Pertemuan bilateral antara Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Prancis Catherine Pegard berfungsi sebagai tindak lanjut operasional terhadap Deklarasi Borobudur, sebuah visi strategis yang baru-baru ini diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron, demikian dinyatakan oleh Kementerian Kebudayaan Indonesia, Jumat.

Puncak pertemuan ditandai dengan penandatanganan dua kesepakatan bersejarah yang bertujuan pada pembangunan kapasitas institusional.

Kemitraan pertama, antara Ecole du Louvre dan Indonesia Heritage Agency (IHA), berfokus pada pelatihan museum profesional dan pertukaran akademis.

Kemitraan kedua, antara Centre des Monuments Nationaux (CMN) dan InJourney, ditargetkan pada manajemen profesional dan revitalisasi situs warisan kelas dunia.

Menteri Fadli Zon menekankan bahwa kemitraan harus melampaui dialog diplomatik menjadi aplikasi praktis dan berkelanjutan.

“Kerja sama Indonesia-Prancis di bidang kebudayaan harus tumbuh secara konkret, timbal balik, dan memberikan dampak jangka panjang,” ujarnya selama pertemuan.

Strategi bersama tersebut menguraikan rencana jangka panjang untuk beberapa sektor prioritas tinggi, termasuk pengembangan kawasan candi Borobudur dan Prambanan dan penelitian arkeologi yang diperluas dengan Ecole française d’Extrême-Orient (EFEO).

Selain itu, kedua negara berkomitmen untuk melindungi warisan budaya dari dampak perubahan iklim melalui kerangka Kerjasama Internasional untuk Perlindungan Warisan di Daerah Konflik (ALIPH).

Dalam ranah museum dan seni kreatif, kolaborasi termasuk pendirian Akademi Museum untuk melatih kurator dan penyelenggaraan pameran Indonesia di Musée Guimet di Paris.

Keterlibatan dalam ekonomi kreatif juga akan berkembang melalui film dan literatur, memperkuat Indonesia-France Film Lab dan menjaga kehadiran Indonesia yang kuat dalam acara-acara global seperti festival Cannes dan Annecy.

Inisiatif sastra akan terus dilakukan melalui Choix Goncourt Indonésie dan program residensi dalam kemitraan dengan Centre national du livre.

Terakhir, kedua belah pihak menyoroti pentingnya transformasi budaya digital. Ini termasuk fokus pada “warisan digital,” mencakup segala hal mulai dari manajemen data budaya dan digitalisasi aset fisik hingga kolaborasi co-creation berbasis arsip digital bersama.

Translator: Farika Nur Khotimah, Martha Herlinawati Simanjunta Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono Copyright © ANTARA 2026