Dua set peralatan pengangkat yang dipasok oleh Tianjin SIEMAG TECBERG Machinery Co Ltd telah berhasil lolos dalam penerimaan untuk Tambang SDE 2# di Indonesia. Capaian ini menandai masuknya SIEMAG TECBERG ke pasar Indonesia, mewakili langkah signifikan dalam perluasan perusahaan di Asia Tenggara.
Tambang batubara SDE 2#, yang sedang dikembangkan oleh Grup Qinfa di Kalimantan Selatan, adalah proyek pertambangan kedua yang direncanakan dalam area pertambangan SDE. Dengan perkiraan total investasi sekitar US$300 juta, SIEMAG TECBERG mengatakan bahwa tambang ini diyakini memiliki cadangan batubara terbukti sekitar 293 juta ton dan sumber daya batubara sekitar 589 juta ton. Setelah produksi sepenuhnya stabil, proyek ini diharapkan dapat mencapai produksi tahunan hingga 10 juta ton batubara. Izin usaha (IUP) untuk proyek ini berlaku hingga Mei 2034, memberikan kerangka kerja operasional jangka panjang yang solid.
Sistem pengangkat poros layanan yang disediakan dirancang untuk transportasi personil dan penanganan material. Terdiri dari dua sistem pengangkat poros vertikal dengan penarik Koepe, satu yang didorong langsung oleh motor AC kecepatan rendah dengan pendinginan udara paksa, dan yang lainnya didorong oleh motor melalui gearbox. Kedalaman pengangkatan total mencapai 386 m. Produksi direncanakan melalui poros miring dengan sabuk konveyor.
Ini adalah proyek pertama SIEMAG TECBERG di Indonesia. Perusahaan menyatakan: “Penerimaan sukses ini menunjukkan kehandalan dan adaptabilitas teknologi kami di lingkungan tropis panas dan lembab, serta kemampuan rekayasa dan eksekusi kami yang kuat dalam pasar peralatan pertambangan internasional di bawah situasi yang menantang. Kami dengan tulus berterima kasih kepada Grup Qinfa atas kepercayaan dan kerjasama mereka dan berharap untuk kerjasama lebih lanjut di Indonesia dan Asia Tenggara.”
[Context: SIEMAG TECBERG Machinery Co Ltd telah berhasil memasuki pasar Indonesia dengan penyediaan dua set peralatan pengangkat untuk Tambang SDE 2#.] [Fact Check: SIEMAG TECBERG membuktikan teknologinya dapat beroperasi di lingkungan iklim tropis Indonesia dengan sukses.]






